Pemberhentian Kepala Puskesmas Cenrana Bukan Solusi

Pemberhentian Kepala Puskesmas Cenrana Bukan Solusi

RADAR MAROS – Pemberhentian Kepala Puskesmas (Kapus) Cenrana, dr Erniwaty dari jabatannya, menuai reaksi dari berbagai pihak. Pasalnya, langkah yang diambil oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Maros ini, dinilai hanya untuk menyelamatkan institusi dari citra buruknya pelayanan kesehatan yang selama ini terjadi di Maros. Sanksi pemberhentian ini juga dinilai tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada.

 

Hal itu dikatakan oleh Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros, Muhammad Syadiq saat ditemui, Selasa (05/01) kemarin. Menurutnya, langkah Pemda Maros yang hanya memindahkan posisi Kepala Puskesmas menjadi salah seorang Kepala Seksi di Dinas Kesehatan Maros sangat tidak tepat.

 

“Mutasi jabatan ini jelas menurut kami sangat tidak tepat. Logikanya, jika orang mau mendapatkan jabatan di Dinas Kesehatan, lebih baik berbuat kesalahan dulu, biar ditarik ke Dinas Kesehatan. Ini akan menjadi preseden buruk bagi kepala Puskesmas lain yang mau mendapatkan jabatan di Dinas,” kata Syadiq.

 

Lebih lanjut, Syadiq meminta agar DPRD Maros segera membentuk Panitia Khsusu (Pansus) untuk mengevaluasi semua kinerja petugas kesehatan yang ada di Maros, khususnya pada pelayanan kesehatan yang masih sangat amburadul pada level terbawah, seperti yang terjadi di semua Puskesmas dan Puskesdes.  

 

“DPRD Maros tidak boleh menutup mata dengan peristiwa ini. Berapa banyak lagi warga kita yang harus menjadi korban ketidak adilan system dan buruknya pelayanan kesehatan oleh petugas kesehatan yang bekerja bagaikan robot dan mengindahkan sisi kemanusiaan,” paparnya.

 

Senada dengan hal itu, Salah seorang keluarga almarhum Dengngan, Muhammad Rusli menilai mutasi Kepala Puskesmas (Kapus) Cenrana bukanlah langkah yang tepat. Menurutnya, Pemda Maros harusnya melihat persoalan ini secara global. Kapus Cenrana hanyalah korban dari sebuah system yang dibuat tidak adil kepada masyarakat.

 

“Saya merasa, Kapus Cenrana hanya korban dari bobroknya system yang tidak adil. Siapapun yang menggantikan Kapus Cenrana, jika sistemnya tetap sama, maka kejadian serupa juga akan terjadi. Kita tidak ingin lagi melihat hal seperti ini terjadi di Maros, olehnya, Pemda harus mengambil langkah yang tepat,” terangnya.

 

Terpisah, Kepala Bagian Humas Pemda Maros, Kamaluddin Nur saat dikonfrimasi mengatakan,  Karateker Bupati Maros, Herry Iskandar telah menginstruksikan kepada jajarannya di Dinas Kesehatan Maros, untuk segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Kedepannya, jabatan Kepala Puskesmas harus lebih selektif.

 

“Atas kejadian ini, Bupati Maros sudah memberikan instruksi kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi ke seluruh Kapus di Maros. Bupati juga sudah menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk membuat sebuah aturan baku dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” terangnya.

 

Tidak hanya itu, Kamaluddin menyatakan, Pemda Maros akan kembali mengajukan anggaran pengadaan mobil jenazah untuk digunakan disetiap Puskesmas. “Kita akan mengajukan anggarannya ke DPRD pada anggaran perubahan 2016,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, seorang warga di Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana yang meninggal di Puskesmas Cenrana beberapa hari lalu, terpaksa harus dibawa kerumah duka dengan menggunakan mobil bak pengangkut ikan, lantaran pihak Puskesmas Cenrana menolak meminjamkan mobil Ambulans untuk digunakan mengankut jenazah. Ironisnya, kejadian ini tidak hanya sekali saja. Bahkan, jenazah salah seroang warga yang meninggal di Puskesmas ini, terpaksa diangkut dengan motor pengangkut air gallon kerumah duka.

No Responses

Leave a Reply