PNS MAROS MEROKOK “COKKO-COKKO”

PNS MAROS MEROKOK “COKKO-COKKO”

 

RADAR MAROS – Sejak disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros pada awal tahun 2015 silam, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2015 tentang larangan Merokok di lingkup Pemerintahan Daerah Maros, kini sudah diberlakukan. Sanksi tegas pun menanti para pelanggar aturan ini berupa denda dua juta rupiah dan kurungan dua bulan penjara.

 

Sejak efektif diberlakukan pada tanggal 1 januari 2016 ini, Pemda Maros melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) gencar melakukan razia disejumlah area dan ruangan di lingkup kantor Pemerintahan Daerah Maros. Namun, masih saja beberapa oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kucing-kucingan dengan aparat dan merokok di kawasan terlarang.

 

Hal ini tampak jelas terlihat didepan gedung Baruga B, Kantor Bupati Maros pada Jumat (8/1) kemarin. Beberapa pegawai negeri sipil tetap asyik merokok meski telah ada stiker larangan merokok tepat dibelakang mereka. Entah mereka tidak melihat ataupun pura-pura tidak tahu, dengan pemberlakuan aturan ini, namun kondisi ini masih tetap terjadi di Lingkup Pemerintahan Daerah Maros.

 

Kepala Penyidik dan Penindakan PNS Satpol PP Maros, Edi Burhan mengatakan, sejak tanggal 1 Januari 2016 Perda ini sudah efektif berlaku. Bukan hanya bagi PNS saja, tapi seluruh warga yang datang berkunjung di kantor Pemerintahan Daerah Maros ini juga diberlakukan hal yang sama. Menurutnya, tidak ada alasan bagi PNS untuk tidak mematuhi aturan ini. Pasalnya, sudah setahun Perda ini disosialisasikan.

 

“Perda ini sudah disosialisasikan selama satu tahun dan saat ini sudah berlaku. Jadi tidak ada alasan bagi PNS tidak mengetahuinya. Untuk penindakan, pihak kami masih akan melakukannya secara bertahap dulu,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Pemda Maros.

 

Lebih lanjut, Edi menuturkan, untuk tahap awal ini, pihaknya masih akan memberikan peringatan kepada setiap pengunjung yang datang ke kantor Bupati dan kedapatan merokok. Sementara bagi para PNS yang kedapatan merokok diarea terlarang, namanya akan diumumkan saat upacara di setiap hari Senin. “Bagi para perokok, kami sudah menyiapkan epat area khsusu merokok agar tidak mengganggu orang lain,” paparnya.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Maros, Chaedir Syam mengatakan, Perda ini adalah upaya Pemerintah Kabupaten Maros untuk membudayakan hidup sehat bagi warganya. Upaya ini, menurutnya harus dimulai dari aparatur pemerintah yang akan menjadi contoh bagi warga. Tidak hanya di lingkup kantor Pemda Maros, aturan ini juga berlaku di seluruh isntansi termasuk Rumah Sakit dan Sekolah.

 

“Aturan ini tidak hanya berlaku di kantor Bupati saja, tapi semua instansi pemerintahan yang ada di Maros termasuk Rumah Sakit dan Puskesmas. Khsusnya juga di Sekolah, karena kita ingin guru menjadi contoh bagi para siswanya untuk membudayakan hidup sehat,” ujarnya.

 

Semenatar itu, salah seorang warga yang berkunjung ke Kantor Pemda, Burhanuddin mengaku tidak terjkejut dengan adanya peraturan ini. Ia bahkan mengapresiasi upaya Pemerintah tersebut. Hanya saja, Ia mengaharapkan agar aturan ini tidak diberlakukan setengah hati saja dan harus betul-betul dilaksanakan dengan baik.

 

“Aturan ini baik sekali, tapi terkadang Pemerintah itu hanya panas-panas diawalnya saja. Sekarang saja, masih banyak PNS yang merokok ditempat sebarangan, padahal sudah ada tempat khusus untuk merokok disiapkan. Aturan ini harus dijalankan dengan maksimal, apalagi sanksinya tidak main-main,” pintanya.

No Responses

Leave a Reply