L9 Serukan Ciptakan Budaya Demokrasi Mendidik

L9 Serukan Ciptakan Budaya Demokrasi Mendidik

RADAR MAKASSAR — Satu tahun Pemerintahan Presiden H. Joko Widodo dan Wakil Presiden H. Muh. Jusuf Kalla tentu masih ada kekurangan yang belum dapat memberi kepuasan kepada semua pihak.
Namun Institu Lembang Sembilan mengapresiasi banyaknya keberhasilan yang tercipta untuk kemaslahatan dalam kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.
Demikian disampaikan Ketua Umum Lembang Sembilan, H.M. Alwi Hamu dan Sekertaris Jenderalnya, Eva Kusuma Sundari, dalam pernyataan sikap politik, yang diterima redaksi, Jumat (8/1).
Lembang Sembilan, menyerukan 6 poin penting dalam menghadapi segala dimanika bangsa saat ini dank e depan. Berikut 6 poin tersebut:
Menjaga keutuhan dan solidaritas dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia
Mendorong tumbuhnya prakarsa dan pemikiran – pemikiran yang inovatif, kreatif dan produktif masyarakat sejalan dengan cita-cita semangat Trisakti ; Kedaulatan Politik, Kemandirian Ekonomi dan Integritas.
Mendorong tumbuhnya Budaya Demokrasi yang mendidik khusus kepada lembaga – lembaga publik dan Perwakilan Rakyat di dalam memberikan pandangan dan pemikiran secara kritis dan konstruktif dengan komunikasi bahasa yang santun dan terukur.
Menjadikan tahun 2016 sebagai tahun yang melahirkan karya-karya nyata yang produktif berdaya guna bagi kehidupan masyarakat, bukan dengan gebyar keramaian perdebatan dan polemik-polemik yang tidak memberi solusi dan nilai kebijakan.
Menghimbau kepada partai politik pendukung terutama Kader – Kader Partai untuk tetap konsisten mendukung Pemerintahan Jokowi-JK, dan tidak melontarkan isu–isu yang menimbulkan kegaduhan politik.
Meminta, agar seluruh pendukung Pemerintahan Presiden H. Joko Widodo dan Wakil Presiden H. Muh. Jusuf Kalla, untuk tidak mendesak – desak melakukan reshuffle Kabinet. Mari kita percayakan hal tersebut kepada Presiden dan Wakil Presiden.
“Pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bentuk tanggungjawab moral untuk bersama – sama mengawal Pemeritahan Jokowi-JK sampai tahun 2019.” Demikian bunyi pernyataan sikap tersebut. (fmc)

No Responses

Leave a Reply