Lagi, Pelaku Ilegal Fishing Diamankan

Lagi, Pelaku Ilegal Fishing Diamankan
RADAR MAROS – Tim dari Satuan Reskrim Polres Maros berhasil mengamankan lima orang pelaku ilegal fishing yang kerap meresahkan nelayan di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu. Mereka diamankan bersama lima perahu yang berisi pukat harimau dan sejumlah ikan hasil tangkapan mereka di perairan perbatasan Maros Makassar, Selasa (12/1) kemarin.
Lima orang pelaku ilegal fishing yang diringkus ini, merupakan warga yang tinggal di sekitar pelabuhan Paotere Makassar. Mereka yang kerap melakukan ilegal fishing ini menggunakan pukat harimau dan merusak kelestarian terumbu karang sehingga ikan-ikan tidak lagi merapat. Akibatnya, nelayan kecil yang menggunakan pukat standar tidak bisa dapat lagi mendapatkan ikan seperti biasanya.
Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaurbinops) Polres Maros, Iptu Laode Rahmad yang memimpin operasi ini mengatakan, berdasarkan laporan warga, pihaknya langsung melakukan tindakan. Warga mengaku sangat resah dengan keberadaan kelompok nelayan yang menggunakan pukat harimau dan merusak semua pukat dan jaring yang dipasang oleh nelayan lokal dilautan. Belum lagi, dasar laut yang dirusak akibat pukat harimau yang diseret menggunakan pemberat besi.
“Kami sudah mengamankan lima pelaku bersama lima kapalnya. Mereka kami amankan saat sedang melakukan ilegal fishing di daerah perairan perbatasan Maros Makassar. Semua barang bukti yang kami amankan ini dibawa ke Polres Maros,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Laode menuturkan pihaknya akan terus menjaga agar laut di wilayah Maros aman dari para pelaku kejahatan Ilegal Fishing. Hanya saja, ia mengaku pihaknya kesulitan dalam melakukan pengamanan wilayah laut lantaran keterbatasan sarana. Polres Maros hingga kini tidak memiliki perahu untuk digunakan berpatroli. Bahkan, untuk melakukan penangkapan, Polisi terpaksa menggunakan perahu milik nelayan.
“Kami memang kesulitan melakukan operasi karena kami tidak punya kapal patroli. Beruntung nelayan mau meminjamkan kami kapalnya untuk menangkap para pelaku ilegal fishing ini di laut. Kami akan terus mengamankan wilayah laut di Maros dari pelaku ilegal fishing yang meresahkan warga,” ungkapnya.
Salah seorang nelayan lokal, Saripuddin mengaku sangat senang telah dibantu oleh aparat kepolisian. Pasalnya, sudah sejak lama para pelaku ilegal fishing ini meresahkan nelayan lokal. Bahkan, ia meng sudah sering cek-cok dengan para pelaku ilegal fishing yang tidak segan-segan menggunakan kekerasan jika diperingati oleh nelayan lokal.
“Kami sangat senang, pihak kepolisian cepat melakukan tindakan tegas. Karena selama ini, mereka sudah banyak menyengsarakan kami nelayan kecil. Kalau mereka diperingati, mereka malah melawan dan takutnya akan ada pertikaian diantara kami,” tuturnya.
Lima orang pelaku beserta seluruh barang bukti yang d
Kelima pelaku dan seluruh barang bukti, saat ini telah diamankan di Mapolres Maros. Atas perbuatan lima orang pelaku ini, Polisi menjeratnya dengan Pasal 9 jo pasal 5 Undang-undang Nomor 45 tahun 2009, Perubahan Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan dan diancam lima tahun penjara atau denda dua miliar rupiah. ‎

No Responses

Leave a Reply