DPR RI Akui Kinerja Menteri Amran

DPR RI Akui Kinerja Menteri Amran

Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Herman Khaeron, meninjau areal pertanian di Karawang Barat untuk memantau kesiapan produksi pertanian di Jawa Barat.
“Saya lihat di Karawang akan segera panen, sementara di Subang baru mulai tanam, dan Indramayu posisinya ada yang mau panen dan baru mau tanam, katanya via telepon selulernya kepada media (B2B).
Kondisi tanam dan panen yang tidak serempak lebih karena faktor eksternal yakni cuaca dan bukan karena ketidaksiapan Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produksi pertanian, urainya.
“Saya melihat Menteri Pertanian, Andi Amran dan jajaran kementeriannya sudah bekerja keras meningkatkan produksi pangan untuk mencapai kedaulatan pangan, hanya saya perlu ingatkan bahwa kondisi ini jangan lagi mendorong pihak-pihak tertentu untuk melakukan impor pangan, kasihan petani, mereka sudah kerja keras yang didukung penuh  pemerintah, mestinya disadari bahwa petani Indonesia saat ini cukup optimis untuk berproduksi, terutama karena petani dan instansi mau kerja keras membangun kedaulatan pangan bangsa, juga karena banyak peraturan yang mendukung,” harap dia.
Lebih jauh Herman menyatakan bahwa pembatasan impor pangan dalam UU Pangan No 18/2012 dan ada aturan konversi lahan di UU No 41 Tahun 2009  tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan tentunya UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang secara eksplisit mengakui hak asasi petani yang telah disahkan tahun 2013 lalu, katanya.
Masalahnya sekarang tinggal implementasi, Mentan harus kembali mengutamakan pertanian dalam kebijakan, sehingga menjadi dasar kerja bersama kementerian.
“Indonesia harus menjadi dapurnya pangan dunia dan bukan jadi koki pangan dunia, semangat ini yang harus diusung oleh Mentan”, harapnya
Lagi-lagi  menilai, Mentan sudah bekerja keras selama setahun ini dan hasilnya sudah terlihat, tinggal dukungan semua pihak, khususnya meningkatkan produksi pangan.
“Saya harus sampaikan juga jangan karena informasi tentang masa tanam dan masa panen tidak serentak lantas pihak lain memanfaatkan situasi ini untuk melakukan  impor beras,” lirihnya.

No Responses

Leave a Reply