Jaksa Tuntut Ilham Arief Sirajuddin 8 Tahun Penjara

Jaksa Tuntut Ilham Arief Sirajuddin 8 Tahun Penjara

Terdakwa dugaan korupsi kerjasama Rehabilitasi, Operasi, dan Transfer (ROT) Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang antara PDAM Kota Makassar dan PT Traya, Ilham Arief Siradjuddin lolos dari jerat ancaman minimal lima tahun penjara.
Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, 16 Februari merujuk pada pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 dan pasal 64 ayat (1) KUHP.
JPU kemudian menjatuhkan tuntutan 8 tahun penjara denda Rp300 juta dan membayar uang pengganti sebesar Rp5,5 miliar. Jika uang pengganti tidak dipenuhi, maka JPU meminta agar diganti dengan pidana selama tiga tahun penjara.
Dengan merujuk pada pasal ini, mantan wali kota Makassar dua periode ini berpeluang mendapatkan vonis lebih sedikit. Yakni minimal satu tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Ini di luar prediksi karena sebelumnya Ilham didakwa pasal 2 dan 3 UU Nomor 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Dalam tuntutan JPU, Ilham disebutkan merugikan keuangan negara senilai Rp5,5 miliar setelah menerima uang dari Hengky Wijaya melalui beberrapa rekening berbeda pada Bank Mega Cabang Panakkukang Makassar. Kemudian menguntungkan PT Traya senilai Rp40 miliar lebih dari hasil selisih penjualan dan pembelian air curah.
Soal uang yang diterima Ilham, Uang tersebut ditransfer melalui rekening milik orang lain dan kemudian diserahkan kepada Ilham. Uang ini diterima Ilham, sebagai konsekuensi untuk PT Traya mengelola suplai air yang dioperasikan PDAM Kota Makassar dari 2007-2013.
KPK menyampaikan berdasarkan fakta persidangan terlihat adanya arahan dari terdakwa untuk memenangkan PT Traya. Ini terlihat dari pertemuan yang dilakukan terdakwa baik sebelum berjalan kerjasama tersebut sampai dengan dalam tahap kerjasama. Bahkan Ilham juga disebutkan KPK pernah bertemu Hengky Wijaya di Jakarta.

No Responses

Leave a Reply