Kisruh Pilkades, Massa Duduki Kantor Desa Cakura

Kisruh Pilkades, Massa Duduki Kantor Desa Cakura

Pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak kabupaten Takalar yang sedianya digelar 9 april mendatang terancam batal dilaksanakan di Desa Cakura. Hal ini setelah massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Cakura Menggugat menduduki kantor desa Cakura sehingga tidak ada aktifitas pemerintahan yang berjalan. Rencananya pagi tadi, Hasil seleksi Calon Pilkades Cakura akan diumumkan, namun karena situasi tidak terkondisi, pengumuman ini dibatalkan.

Konsentrasi massa mulai terlihat sejak pukul 08.00 di kantor desa tersebut, dan tanpa dikomando tiba-tiba warga mengamuk didalam kantor tersebut. Mereka menuntut agar tahapan pilkades dibatalkan karena terindikasi ada manipulasi dan kecurangan. Hal ini menyusul gugatan atas diloloskannya salah seorang bakal calon kades yang dinilai tidak memenuhi syarat administrasi sesuai undang-undang.

Akhirnya Camat Polongbangkeng Selatan yang juga pelaksana tugas desa, Muh. Rusli berusaha menenangkan warga yang mulai tidak terkontrol. Bersama Kapolsek Polsel, Kabag Ops Polres Takalar, dan perwakilan warga, akhirnya disepakati untuk menunda pengumuman hasil seleksi calon kepala desa tersebut.

Koordinator Aksi, M Arsyad, mengungkapkan massa akan tetap menduduki kantor desa cakura hingga tuntutan mereka terpenuhi. Beberapa poin tuntutan warga antara lain meminta agar tahapan pilkades dihentikan, Panitia P4KD saat ini dibubarkan, dan meminta Aparat kepolisian memproses oknum, panitia P4KD dan panitia kabupaten yang terbukti melakukan tindakan dan mengambil keputusan yang bertentangan dengan aturan perundang-undangan. Warga juga meminta agar Bupati Takalar menemui mereka untuk menerima permintaan warga menghentikan proses pilkada yang dicurigai terjadi kecurangan.

“Kami berharap Bapak Bupati bisa menemui kami untuk mengabulkan permintaan kami membatalkan proses pilkades, dan melakukan tahapan pilkades ulang secara transparan” jelas Arsyad.  (Yrd/Ancha)

 

No Responses

Leave a Reply