Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi D DPRD Sulsel dan Angkasa Pura

Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi D DPRD Sulsel dan Angkasa Pura

Makassar.Anggota DPRD Sulsel Komisi D dan Asosiasi Pemilik dan Sopir Angkot Makassar melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait larangan Operasi Eks Dinar Mas dan Jaya Raksa oleh pihak Angkasa Pura yang sudah berjalan empat bulan Selasa (19/4/2016) di Lantai 2 Gedung Tower DPRD Sulsel.

Aspirasi tersebut diterima oleh Sugiarti Mangun Karim dan RDP di pimpin oleh Darmawansah Muin yang diikuti oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel dan General Manager Angkasa Pura Ahmad Munir.

General Manager Angkasa Pura Ahmad Munir mengatakan telah memutuskan kontrak kerjasama dengan dua perusahaan tersebut karena sudah tiba waktunya.

Pihaknya AP juga meminta Dinar Mas dan Jaya Raksa untuk melakukan rapat evaluasi dengan mengikut sertakan otoritas Bandara melibatkan kadishub dan asosiasi.

” Rapat pihak terkait dengan mengikuti mekanisme dan evaluasi layak tidaknya armada milil perusahaan tersebut kembali beroperasi,”ujarnya.

Sementara itu anggota Komisi D Irwandi Natsir mengatakan asosiasi tersebut membutuhkan akomodir bagaimana agar mereka kembali beroperasi seperti empat bulan lalu.

“Saya kira saya biasa memahami kondisi para sopir tersebut,mereka butuh untuk diakomodir,kalau tidak ada yang bisa mewadahi,”ucap Irwandi.

Hal yang sama dikatakan Andi Kadir Khalid bahwa para sopir tersebut butuh wadah tempat naungan untuk bisa beroperasi lagi di Bandara.

“Sabar dan saling menghargai,jika tidak ada aral melintang saya akan memediasi mereka untuk membentuk koperasi melalui Dinas Koperasi Sulsel,”kata Kadir.

Plt Kadis Perhubungan provinsi Sulsel Ilyas Iskandar mengatakan akan segera mengadakan pengkajian bersama dengan pihak angkasa pura,organda,dan asosiasi.

“Pengkajian berapa armada yang bisa beroperasi lagi di Bandara dan sudah ada wadah yang menaungi mereka yang sesuai dengan syarat dan aturN dari Angkasa Pura,”pungkasnya.(nin).

No Responses

Leave a Reply