Diskriminasi Masih Terjadi Pada Perempuan

Diskriminasi Masih Terjadi Pada Perempuan

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Timur (UIT)  memperingati Hari Kartini dengan mengadakan dialog keperempuanan pada, Kamis, 21 April 2016 di Kampus V UIT, Jalan Abdul Kadir Makassar.
Dialog yang diadakan dengan tema “Perempuan Bebas Diskriminsi Menuju Indonesia Lebih Bermartabat,” ini sebagai upaya dalam melanggengkan perempuan dalam berkarya tanpa ada batasan atau diskriminasi.
“Perempuan tidak boleh dibatasi dalam berkarya jika itu untuk kepentingan bersama baik dalam keluarga maupun dalam berbangsa dan bernegara,” Tutur Abdul Muluk, sebagai Ketua BEM UIT.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prof. DR. Syamsiah Badruddin, M.Si yang hadir sebagai nara sumber menyatakan bentuk diskriminasi di kalangan perempuan dikarenakan perempuan itu sendiri yang tidak menjaga diri secara berpenampilan maupun secara berfikir dan bertindak.
“Prilaku diskriminasi ataupun pelecehan, juga diakibatkan karena prilaku perempuan,” tutur Prof. Syamsiah. Dia melanjutkan bahwa sesungguhnya dari segi konteks agama bahwa bersentuhan, bertatap muka, antara perempuan dan laki-laki, memiliki aturan,” lanjutnya.
Pernyataan lanjutan Prof. Syamsiah yang lebih menekankan terhadap perempuan agar lebih membenahi diri agar tidak terjadi diskriminasi. “Perempuan itu harus memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, jika perempuan memiliki kualitas diri dan mampu menghasilkan karya positif, maka kita sebagai kaum hawa pasti terhindar dari yang namanya diskriminasi,” tutupnya.
Pembicara dari Gipa Makassar, yang juga aktifis organisasi perempuan di Makassar, akrab disapa Mba Jiji, berbicara tentang pentingnya keadilan dan kesetaraan bagi perempuan di parlemen untuk kuota 30%. Jiji, yang juga aktifis perlindungan bagi korban HIV-AIDS itu, lebih menekankan pada pentingnya perlindungan perempuan dalam aturan, atau regulasi.Fadillah Tri, SE., dari HMI Makassar, menjelaskan maraknya kasus-kasus yang terjadi pada perempuan, dikarenakan perempuan tidak meletakkan harkat dan martabatnya dengan baik dalam posisi pergaulan sehari-hari.(rusli-humas)

Dikirim dari iPhone saya

No Responses

Leave a Reply