Lagi, Taksi Online Diprotes

Lagi, Taksi Online Diprotes
Ilustrasi

Puluhan pengemudi taksi yang tergabung dalam asosiasi taksi terus menolak keberadaan taksi online. Seperti Grabcar dan Gocar yang beroperasi di Makassar. Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat di DPRD Sulsel, Senin (13/2).

Bendahara Asosiasi Pengusaha Taksi Sulsel Iskandar mengatakan, keberadaan taksi online sungguh meresahkan bagi pengemudi taksi konvensional. Terutama dari segi pendapatan.

“Kami kan ikuti aturan soal harga transportasi. Sedangkan taksi online buat aturan sendiri harganya 30 persen dari harga argo taksi konvensional,”katanya.

Karena itu ia mendesak pemerintah provinsi untuk memblokir keberadaan taksi online karena tidak mematuhi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang transportasi dan Peraturan Menteri Nomor 32 yang mengatur tentang perhubungan.

“Banyak aturan yang dilabrak taksi online. Mereka beroperasi menggunakan plat hitam bukan plat kuning,”tutur Iskandar.

Iskandar menuturkan, total jumlah taksi online di Makassar mencapai 3.000 sedangkan taksi konvensional menurun hanya berkisar 1.400 unit.

Sementara anggota Komisi D DPRD Sulsel Irwandi Natsir menuturkan, pihaknya meminta kepala dinas perhubungan membuat surat ke kepolisian untuk menghentikan sementara waktu pengeoprasian taksi online. Pasalnya, taksi tersebut tidak memenuhi syarat transportasi.

“Seperti Grabcar dan Gocar sebagaimana PP. Nomor 74 tentang transportasi harus berbadan hukum. Nanti setelah lengkap baru bereporasi,”kata Irwandi.(kas)

No Responses

Leave a Reply