Pengaruh IAS Didepak Tokoh Baru

Pengaruh IAS Didepak Tokoh Baru
Ilham Arief Sirajuddin

Meski sudah tidak menjabat sebagai walikota dan saat ini masih mendekam di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nama Ilham Arief Sirajuddin (IAS) masih diperhitungkan di kancah politik. Meski begitu, masih kalah dengan nama-nama politikus baru.

Tokoh-tokoh baru yang menggilas nama besar IAS di antaranya seperti incumbent Walikota Makassar M Ramdhan “Danny” Pomanto, Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta dan tokoh Demokrat Adi Rasyid Ali serta Rahmatika Dewi.

Direktur Nurani Institute, Nurmal Idris mengatakan, pengaruh IAS di Makassar tentu masih ada walau itu presentasenya sedikit. Sebab bagaimana pun IAS pernah mengendalikan selama dua periode dan cukup bisa menanam pengaruh di Makassar.

“Namun, kini muncul tokoh-tokoh baru lain yang tentu saja juga punya pengaruh karena memiliki kewenangan dan kemampuan finansial. Seperti Incumbent Dani Pomanto, Farouk Betta, Adi rasyif Ali(Ara), Rahmatika Dewi dan lainnya,” sebutnya.

Nurmal mengatakan, jika pun atas pengaruh IAS lalu Aliyah Mustika yang merupakan istri dari IAS sendiri di dorong bertarung di pilwalkot, menurut Nurmal hal itu masih perlu untuk diuji karena keterpilihan Aliyah di pemilihan legislatif(pileg) lebih banyak karena pengaruh IAS bukan karena kafabilitas. “Kalau modal tentu ada karena terbukti mampu mengumpulkan suara signifikan di pemilu 2014,”katanya.

Nurmal melihat, Demokrat memiliki stok kader untuk didorong dengan peluang besar untuk menang. Seperti Ara, Haidar Madjid, Syamsul Rizal dan Endre Cecep Lantara. “Namun yang namanya politik semua bisa berubah dalam tempo yang singkat,” katanya.

Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali, menjelaskan, Demokrat menghargai semua kader dengan kerja-kerja kepartaian yang telah dilakukan.

Sehingga baik anggota, pengurus hingga pimpinan paling atas semua memiliki pengaruh di partai. “Semua orang punya pengaruh dari pengurus bawah sampai atas,” singkatnya.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Makassar, Abdi Asmara sendiri mengaku sebagai mantan Ketua DPD Demokrat Sulsel, IAS tentu masih cukup memberi pengaruh terhadap partai dan kader-kader Demokrat di Makassar.

“Sebagai yang pernah menahkodai partai Demokrat tentu masih bisa memberikan arahan dan petunjuk kepada partai,” katanya.

Sebelumnya, Konsultan Citra Indonesia LSI Group pimpinan Danny JA menyebut bekas Walikota Makassar dua periode ini masih punya pengaruh politik khususnya dalam Pilwalkot Makassar 2018.

Manajer KCI LSI Group, Rasmuddin, menyebutkan endorsement IAS saat ini masih di atas 30 persen.
“Artinya, siapa pun yang didukung oleh Ilham Arief Sirajuddin dalam Pilwakot Makassar 2018 tentu memberikan peluang besar untuk terpilih menjadi Wali Kota Makassar,” katanya, kemarin.

Menurutnya, IAS masih memiliki pengaruh besar di Kota Makassar karena dua hal. Pertama, persepsi kemampuannya dimana mayoritas publik menilai IAS adalah tokoh pembangunan Kota Makassar.
Kedua, personality IAS yang ramah kepada siapa saja dan dimana saja. (rah)

No Responses

Leave a Reply