None Marah Sampai Tendang Komputer

None Marah Sampai Tendang Komputer
Irman Yasin Limpo

Ujian Nasional tingkat SMA/SMK semakin dekat. April mendatang, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) akan digelar serentak. Sekolah diimbau untuk mempersiapkan peralatan, termasuk komputer untuk menghadapi UNBK. Sosialisasi pun gencar dilakukan terhadap para siswa untuk menghadapi sistem ujian baru ini. Namun di Sulsel, sepertinya UNBK belum bisa dilakukan secara massal.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo. Ditemui di ruangan kerjanya, Irman mengungkapkan, hampir semua daerah di Sulsel menyatakan 50-80% kesiapannya mengikuti UNBK.

Kecuali satu, kabupaten Gowa.
“Ini yang buat saya kesal sekali. Masa Gowa hanya 5 sekolah yang siap UNBK. Disaat daerah lain mengatakan 50% siap, Gowa hanya siapnya 5 sekolah. Bayangkan,” kata None, sapaan akrab Irman.

Hal itu diketahuinya usai melakukan sidak kebeberapa sekolah di kabupaten Gowa, pekan lalu. Dari ke lima sekolah yang siap UNBK di Gowa, hanya ada empat sekolah negeri dan satu sekolah swasta. Padahal, kata None, setiap tahun, SMA/SMK di gowa selalu mengajukan pengadaan komputer. Juga, Gowa adalah kabupaten yang memiliki sekolah terbanyak di Sulsel. Beberapa sekolah juga bersatus standar nasional.

Menurutnya, sekolah inilah yang wajib melakukan UNBK. Bahkan, None menyinggung kunjungan menteri pendidikan beberapa bulan lalu ke kabupaten Gowa. Saat itu, menteri pendidikan, Muhadjir Effendi malah memuji pendidikan di Kabupaten Gowa saat mengunjungi salah satu sekolah disana.

Alasan pihak sekolah pun beragam. Mulai dari keterbatasan peralatan hingga sumber daya Guru yang belum paham internet. Menurutnya, jika alasan komputer sekolah tidak memadai, siswa bisa menggunakan laptop pribadi. Yang tidak memiliki laptop, barulah menggunakan komputer inventaris sekolah.

“Sangat tidak masuk akal. Saya bilang ke kepala sekolahnya, buat apa itu pengadaan komputer tiap tahun kalau tidak siap UNBK. Saya marah, sampai saya tendang itu komputer yang ada disitu. Alasan tidak cukup komputer, kan bisa suruh siswa pakai laptop pribadi dulu, yang tidak punya laptop baru pakai punya sekolah,” aku None kesal.

Kendati demikian, ia mengapresiasi daerah-daerah yang siap menjalankan UNBK tahun ini seperti Makassar, Pare-pare, Palopo dan Wajo. Untuk Makassar sendiri hampir semua sekolah akan menjalankan UNBK tahun ini. Namun, sekolah di Makassar juga masih mengeluhkan kurangnya peralatan komputer.

“Untuk Makassar sendiri semuanya hampir siap. Kita terus lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Gowa ji ini yang bikin marah. Daerah lain bagus, mereka siap,” tandasnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan ujian berbasis komputer meski hukumnya belum wajib. Ujian dengan media komputer sendiri dinilai lebih efisien. Tidak perlu buang banyak kertas dan mengoreksinya pun praktis. Pemerintah juga mengharapkan UNBK bakal menanggulangi kasus kebocoran soal ujian.

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017 sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Dalam UNBK kali ini, ada tiga jenjang ujian yang harus dilalui oleh siswa SMA/SMK. “Siswa akan melalui ujian nasional, ujian sekolah berstandar nasional, dan ujian sekolah,” terang None. (m1/awy)

One Response

  1. cesarMarch 7, 2017 at 2:37 amReply

    Berita yang cukup bagus

Leave a Reply