Periksa Ulang Izin Investasi PT Conch

Periksa Ulang Izin Investasi PT Conch

Meski PT Conch mengaku telah megantongi izin investasi dari pusat, namun menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sulsel AM Yamin, hal itu masih harus diverifikasi dan dikaji lebih lanjut.

AM Yamin mengaku telah memanggil PT Conch untuk dilakukan pembahasan lebih jauh terkait proses penanaman modal. Berikut dengan pengkajian lebih dalam perihal investasi dan target jangka panjangnya.

Meski benar telah mengantongi izin investasi dari pusat, namun mengingat domain operasi yang dilakukan pihak PT Conch, sudah sepatutnya pihaknya harus mengetahui bagaimana proyeksi suplay and deman sehingga pengkajian masih harus dilakukan lebih dalam.

“Hingga hari ini (kemarin) pihak PT Conch belum juga memenuhi panggilan tersebut. Sehingga upaya selanjutnya masih tetap akan dilakukan,” kata AM Yamin kepada Radar Makassar, kemarin.

Disisi lain, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel menilai, penanaman modal memang seharusnya mempertimbangkan segala izin yang berkaitan dengan lingkungan, meski sejauh ini penanaman modal dan investasi punya ranah sendiri dalam memberikan pertimbangan dan izin investasi. Namun, pada dasarnya izin-izin lainnya patut menjadi pertimbangan, salah satunya izin prinsip dan Amdal.

Direktur Walhi Sulsel Asmar Exward mengatakan, jika PT Conch sudah membangun pabrik bahkan beroperasi meski belum mengantongi izin Amdal, artinya pemerintah provinsi dan daerah melakukan pembiaran. Sebab, pada dasarnya kewajiban sesuai dengan Undang-undang PMA semua izin wajib dipenuhi.

“Apakah saat ini PT Conch sudah punya IMB, Amdal dan izin prinsip ? Padahal memang sesuai dengan undang-undang segala izin yang berkaitan harus dipenuhi,”ujarnya.

Untuk itu, ia meminta setiap dinas terkait jangan bekerja secara sektoral dengan tidak menerbitkan izin jika kemudian administrasi lainnya belum terpenuhi. “Atau agar lebih efektif mengapa tidak pemerintah provinsi dalam hal ini gubernur bertindak tegas dan menolak saja PT Semen Conch,”cetusnya.

Pada dasarnya, berdasarkan kajian dampak lingkungan, pabrik semen menjadi salah satu ancaman kerusakan lingkungan, dimana industi ini merupakan penyumbang polutan berupa emisi gas dari pembakaran dan partikel debu yang berbahaya, tidak hanya bagi tumbuhan dan hewan tapi juga bagi manusia. “Makanya sikap Walhi sendiri mendesak agar pemerintah tidak lagi menambah pabrik semen di Sulsel, apalagi wilayah Maros dan Pangkep sudah cukup menyumbang kerusakan lingkungan,” tandasnya.(dir/awy)

No Responses

Leave a Reply