Jalan Provinsi Banyak Rusak

Jalan Provinsi Banyak Rusak
Ilustrasi

Kondisi sejumlah ruas jalan di Sulsel memperihatinkan. Bahkan, kepolisian merilis angka kecelakaan di Sulsel setiap tahunnya meningkat akibat buruknya infrastruktur jalanan, seperti jalan berlubang, lampu jalan yang tidak efektif, serta karateristik jalan yang cenderung berkelok.

Pengamat kebijakan dari Universitas Bosowa 45, Arief Wicaksono menilai hal tersebut sebagai sebuah kelemahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Menurut Arief, sejak awal harusnya ada pendataan dan target yang tepat untuk melakukan perawatan infrastruktur jalan yang dianggap rentan mengalami kerusakan. Seharusnya sebelum memasuki musim penghujan, pemerintah patutnya sudah harus bersiaga, karena memang cuaca pada musim penghujan sangat mempengaruhi material dari kontruksi jalan.

Namun yang terjadi tidak dilakukan pendataan, sehingga wajar sejumlah jalan banyak yang rusak. Di sisi lain, koordinasi Pemprov Sulsel ke daerah juga dianggap lemah, sebab tidak ada kontrol yang diupayakan.

Arief meyakini ada anggaran yang tersedia untuk pemeliharaan jalan. Sehingga jika tidak ada perbaikan maka tentu menjadi pertanyaan. Olehnya itu, pemerintah perlu untuk melakukan fast respon. “Jangan setelah rusak baru kemudian erai ramai saling menuduh,” ujar Arief kepada Radar Makassar, kemarin.

Hal ini sudah bertahun tahun menjadi masalah, setelah banyak yang tanam pohon pisang dijalan baru kemudian pemerintah merespon, kalau memang tidak mau memperbaiki jangan dianggarkan, pungkas Arief
Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel Aryadi Arsal menyebutkan bahwa tahun ini ada anggaran yang disiapkan Pemprov Sulsel untuk pembenahan jalan. Sehingga pihaknya kembali akan melakukan koordinasi dengan pihak pemprov.

“Untuk anggaran 2017 ada anggaran pemeliharaan di Pemprov untuk seluruh ruas jalan provinsi. Insya Allah nanti kami ingatkan ke Bina Marga untuk perhatikan ruas-ruas yang dimaksud, sekalian dicek status jalannya,” kata Ariadi.

Senada, anggota DPRD Sulsel Rahmansyah menyampaikan, beberapa ruas yang ada sudah masuk dalam giat pemeliharaan rutin akan direalisasikan dalam APBD 2017. Hanya saja masih perlu menunggu proses dari dinas terkait Bina Marga.

“Tinggal menunggu proses di dinas teknis terkait, dalam hal ini PU Bina Marga sulsel, karena sekarang ini semua giat lagi penyelesaian DPA dan setelahnya tentu akan diproses, tinggal kesiapan dinas untuk memulainya karena tentu juga bergantung ketersediaan anggarannya,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Amin Yakob membenarkan jika infrastruktur jalanan di Sulsel masih butuh pembenahan. Hal itu dikarenakan perbaikan jalan dilakukan secara bertahap. Selain itu, beberapa jalan kabupaten dilimpahkan menjadi kewenangan provinsi.

“Pembenahannya kita lakukan bertahap, karena tahun 2016 ini, panjang jalan provinsi di Sulsel bertambah sepanjang 352,64 Km. Tapi ini menjadi fokus kami dari bina marga untuk tahun 2017,” kata Amin.

Untuk jalan provinsi sendiri yang masih butuh pembenahan yakni Enrekang-Toraja, Toraja-Palopo, sebagian daerah Makassar-Gowa dan Bone-Soppeng. Di sisi lain, ia mengatakan terjadi penurunan kondisi kemantapan jalan yang cukup signifikan di tahun 2016. Namun, di tahun 2015, kondisi kemantapan jalan mencapai 87,42 angka ini menurun menjadi 61,70 di tahun 2016.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada tahun 2017 pihaknya mengalokasikan anggaran terbesar belanja langsung untuk program penyelenggaraan jalan. “Alokasinya Rp209 miliar lebih, dari total anggaran belanja langsung yang mencapai Rp230,3 miliar,” jelasnya.

Ini berarti alokasi untuk penyelenggaraan jalan mencapai 90,7 persen dari total belanja langsung tahun 2017. Program tersebut, kata dia, terdiri atas pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 16,6 Km, pemeliharaan berkala jalan sepanjang 4,5 Km, pemeliharaan rutin jalan sepanjang 1.479,05 Km, rehabilitasi jembatan 107,80 m dan peningkatan jembatan 141,40 m. (dir-kas-m1/awy)

No Responses

Leave a Reply