Berkas Gugatan Dicuri, Tim Bur-Nojeng : Ada Kekuatan yang Hendak Menjatuhkan

Berkas Gugatan Dicuri, Tim Bur-Nojeng : Ada Kekuatan yang Hendak Menjatuhkan

Kabar tentang pencurian berkas materi gugatan sejumlah pemohon yang tengah dalam proses persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) mengejutkan sejumlah kalangan. Pasalnya, materi gugatan milik pasangan petahana Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) turut menjadi target pencurian berkas tersebut.

“Setelah dikonfirmasi ke pihak Polda Metro Jaya menyebutkan motif pencurian berkas materi gugatan itu ditempuh untuk membantu salah satu pengacara yang mengadvokasi kasus sengketa pilkada di MK, dua orang mantan security kini tengah diamankan dan mantan Kasubag Humas MK atas nama Rudi Haryanto ditetapkan sebagai tersangka dari kasus pencurian berkas materi gugatan ini,” ungkap Ketua Tim Hukum Petahana, Syamsuardi, kemarin.

Hasil konfirmasi dengan pihak Polda Metro Jaya, dari pemeriksaan sementara Rudi mengaku menyuruh dua satpam MK massing masing Edi Mulyono dan Samauar untuk mengambil berkas sengketa Pilkada Dogiyai (Papua), Takalar (Sulsel) dan Bengkulu pada 27 Februari 2017 lalu.

“Sepengetahuan saya berkas materi gugatan yang dicuri hanya Kabupaten Dogeyai Papua, tapi jika Takalar juga masuk target, maka kelihatannya memang ada pihak yang menggunakan kekuatan besar untuk mempengaruhi keputusan gugatan kami,”ujarnya.

Syamsuardi menambahkan, jika berkas materi gugatan Bur – Nojeng juga ditarget untuk dihilangkan, maka konspirasi besar telah digunakan untuk mempengaruhi kemenangan kliennya yang menurutnya kemenangan tersebut sudah ada di depan mata.

”Sepengetahuan saya berkas materi gugatan yang dicuri hanya Kabupaten Dogeyai Papua, tapi jika Takalar juga masuk target, maka kelihatannya memang ada pihak yang menggunakan kekuatan besar untuk mempengaruhi keputusan gugatan kami, dimana kemenangan kami sudah ada didepan mata,” tandasnya.

Sebelumnya, Sabtu (25/3) Polisi telah menetapkan mantan Kepala Sub-Bagian Humas MK Rudi Haryanto sebagai tersangka dalam kasus pencurian berkas pemilihan kepala daerah. Rudi mengaku, motif pencurian itu adalah membantu teman kuliahnya yang menjadi penasihat hukum salah satu pihak yang bersengketa di pilkada. Dari pernyataan tersebut Abdullah Hasan menjelaskan bahwa bukan pengacara SK-HD yang dimaksud. “Tidak benar kalau itu dikaitkan dengan pengacara kami,” ujarnya.

Abdullah Hasan menjamin bahwa kondisi Takalar pascapilkada saat ini dalam kondisi aman terkendali.
“Takalar sudah kondusif praktis pascapilkada sudah aman dan terkendali jangan sampai isu itu menjadi viral di medsos dan berdampak memprovokasi masyarakat, kita serahkan sepenuhnya ke MK,”tuturnya. (dir)

No Responses

Leave a Reply