Roadshow Bekraf Food Startup, Jaring Pelaku Kuliner Kreatif di Makassar

Roadshow Bekraf Food Startup, Jaring Pelaku Kuliner Kreatif di Makassar
SOSIALISASI. Direktur Fasilitas Hak Kekayaan Intelektual, Deputi Fasilitas HKI dan Regulasi Bekraf Robinson H Sinaga memberikan penjelasan kepada peserta pada kegiatan Roadshow Sosialisasi Kompetisi dan Konfrensi Food Startup Indonesia (FSI) di Swiss Bel Hotel, Jalan Pasar Ikan, Jumat (21/4).

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan roadshow kompetisi dan konferensi Food Startup Indonesia (FSI) di Kota Makassar, setelah sebelumnya menyambangi Medan dan Lombok, dalam acara ini para pelaku usaha kreatif di Makassar ditantang untuk mendaftarkan diri khususnya pada subsektor kuliner.

Direktorat Akses Non Perbankan, Deputi Akses Permodalan Bekraf sebagai penyelenggara acara yang turut menggandeng Direktorat Fasilitasi HKI, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi dalam acara yang diselenggarakan di Hotel Swissbell ini, lebih dari 100 startup dari subsektor kuliner mendaftar.

“Kami ingin menjaring potensi pelaku usaha ekonomi kreatif sub sektor kuliner dari berbagai daerah di Indonesia melalui perhelatan Foodstartup Indonesia ini, “ungkap Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso.

Ia menyebut roadshow Bekraf merupakan sosialisasi kompetisi dan konferensi foodstartup Indonesia, dimana bekraf memotivasi pelaku bisnis yang menyediakan jasa atau produk kuliner selama satu hingga lima tahun, dimana pihaknya hedak mencari mereka atau pelaku usaha kreatif yang memiliki ide kreatif, rekam jejak, transaksi atau produksi, inovasi produk, model bisnis yang unggul, traksi (traction), segmen pasar, potensi ditingkatkan skalabilitasnya, dan mampu menarik investor.

Sugeng menjanjikan para peserta yang lolos Demo Day nantinya akan diberangkatkan ke Denpasar untuk meningkatkan kapasitas melalui kompetisi dan konferensi foodstartup ini dengan metode mentoring terhadap beberapa hal diatas yang dipresentasikan dalam pitch deck.

Materi roadshow FSI ini diantaranya adalah membuat pitch deck yang sesuai dengan kriteria termasuk bagaimana cara mempresentasikan pitch deck yang menarik investor. Peserta dengan pitch deck yang lolos kurasi nantinya akan mengikuti mentoring dan pitching dalam demoday yang akan digelar di Bali (22-24/5) dan di Bandung (17-19/7), dimana para peserta foodstartup memaparkan pitchdeck (pitching) di hadapan mentor.

20 foodstartup terbaik dari Bandung dan Bali akan bersaing dengan 10 startup dari Foodstartup Indonesia tahun 2016 pada Final Pitching Day di Jakarta pada bulan Agustus ini di depan juri yang terdiri dari berbagai elemen termasuk investor. “Foodstartup ini diharapkan mampu meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif sub sektor kuliner dan memberikan akses permodalan bagi pengembangan usaha ekonomi kreatif sehingga produktivitas dan nilai tambah meningkat,” pungkas Sugeng. (dir)

No Responses

Leave a Reply