Jokowi Sebut Sulsel Sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi KTI

Jokowi Sebut Sulsel Sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi KTI

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo (SYL) memenuhi undangan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri Rapat Terbatas di Kantor Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Pada rapat terbatas tersebut, SYL mempresentasikan tentang progres pembangunan infrastruktur di Sulsel, seperti pembangunan Makassar New Port (MNP), pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Outer Ring Road Mamminasata, dan juga pembangunan tempat bendungan yang saat ini sementara berjalan.

Saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Sulawesi Selatan tersebut, Presiden Jokowi menyebut Sulsel sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Indonesia, dan juga salah satu provinsi yang mampu menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). 

“Sulsel adalah lokomotif bagi wilayah Indonesia timur. Progres pertumbuhan ekonomi Sulsel stabil dan menggembirakan. Hampir separuh atau sekitar 49,6 persen perekonomian di Pulau Sulawesi terletak di Sulsel, dan Sulsel juga menjadi simpul utama konektivitas yang menghubungkan antar daerah di Indonesia Timur,” kata Presiden Jokowi.

Sesuai data yang diperolehnya, yang menunjukkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, terutama tanaman pangan masih merupakan sektor yang dominan dalam perekonomian Sulsel, dengan kontribusi sebesar 23,29 persen. Presiden Jokowi meyakini, Sulsel bisa tumbuh lebih cepat lagi jika fokus kepada pengembangan sektor pertanian, perikanan, pengolahan dan perdagangan.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar pengembangan sektor pertanian harus terus mendapat perhatian. Pasalnya, kata dia, sektor ini bukan saja menyerap banyak tenaga kerja, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk untuk mensejahterakan rakyat, utamanya para petani.

“Hal ini selalu saya tekankan, karena kita ingin perekonomian bisa tumbuh secara berkualitas, dan pertumbuhan itu bisa berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan memperkecil ketimpangan pendapatan,” tegasnya.

Presiden Jokowi juga meminta infrastruktur pendukung, seperti bendungan dan saluran irigasi yang harus dipersiapkan dengan baik.

“Hal tersebut untuk menopang pertumbuhan sektor pertanian. Selain itu, akses permodalan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga harus dimaksimalkan. Pengembangan industri pengolahan yang berkaitan dengan kesiapan tenaga listrik, suplai air baku, hingga infrastruktur jalan transportasi, termasuk kereta api dan pelabuhan yang harus disiapkan,” ujarnya.

Sementara, Wakil Presiden RI, HM. Jusuf Kalla (JK) dalam sambutannya mengatakan mendukung dan mengapresiasi program dan capaian pemerintah Sulsel, termasuk Pelabuhan dan kereta api yang saat ini sedang dibangun di Sulsel. Dimana untuk tahap awal, dilakukan pembangunan jalur Makassar-Parepare yang rencananya sudah dapat digunakan pada April 2018 mendatang.

“Jika pertumbuhan ekonomi yang ada di daerah lain macet dimana-mana, Sulsel tidak. Bisa terlihat dari jalur kereta api harus sampai ke Kabupaten Barru, Pangkep dan Maros yang akan diselesaikan tahun 2018. Selain itu, ada tiga industri besar yang akan melalui tiga kabupaten ini,” kata Wapres JK.

Seperti diketahui, Sulsel merupakan provinsi yang menjadi gerbang perdagangan, pertanian serta hub dalam bidang transportasi bagi 22 provinsi lainnya di KTI.
Sejak dulu, sektor pertanian merupakan sektor andalan Sulsel. Bahkan, melalui sektor ini, Sulsel “memberi makan” daerah lainnya di Indonesia.

Turut hadir dalam rapat tersebut, oleh Menko Polhukam, Wiranto, Menko Perekonomian, Darmin Nasution, Mensesneg, Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN, Rini Soemarno, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Menkominfo, Rudiantara, Mendagri, Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan, Budi K. Sumadi, Mendikbud, Muhadjir Effendy, Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil dan Menteri Pertanian, Amran Sulaeman. (*/opa)

No Responses

Leave a Reply