Pemira PKS Luwu, Cakka dan Amru Saher Raih Suara Terbanyak

Pemira PKS Luwu, Cakka dan Amru Saher Raih Suara Terbanyak

LUWU – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Luwu telah menyelenggarakan Pemilu Raya (Pemira) untuk menjaring kandidat yang akan diusung pada Pilkada Luwu dan Pilgub Sulsel mendatang. 

Untuk usungan di Pilgub Sulsel, dari 8 nama bakal calon, baik internal maupun eksternal PKS, nama A Mudzakkar (Cakka) meraih suara terbanyak mengungguli kandidat cagub lainnya. 

Ketua DPD PKS Luwu, Nasrullah mengatakan, sesuai hasil Pemira akhir pekan lalu, seluruh kader peserta Pemira merekomendasikan Cakka menjadi kandidat gubernur pada Pilgub mendatang. 

“Cakka, yang saat ini menjabat Bupati Luwu, mengungguli 7 kandidat internal dan eksternal yang masuk 8 besar, yaitu internal ada nama A Rahmat, Tamsil Linrung, dan A Akmal Pashluddin. Sedangkan eksternal ada Rusdi Masse, Ikhsan YL, Nurdin Abdullah, Agus Arifin Nu’mang dan Azis Kahar Mudzakkar.

“Hasil Pemira ini selanjutnya akan dibawa ke DPW PKS Sulsel. Kemudian menjadi bahan pertimbamgan DPP PKS untuk ditetapkan sebagai kandidat yang layak diusung PKS pada Pilgub Sulsel 2018,” ungkap Nasrullah, Selasa (16/5/17).

Humas DPD PKS Luwu, Muksin Sahid menambahkan, khusus untuk usungan di Pilkada Luwu, dari 8 nama bakal calon yang disulkan dalam Pemira, nama Amru Saher mendapat suara terbanyak.

“Hasil Pemira bakal calon bupati Luwu, Amru Saher mengungguli Nasrullah, A Jahida Ilyas, Patahuddin, Bahrianto Bahtiar, Buhari Kahar Mudzakkar, Basmin Mattayang, dan H Ismail,” terang Muksin.

Muksin mengatakan, Pemira ini merupakan langkah awal yang dilakukan PKS untuk menjajaki bakal calon gubernur dan bupati. Tentunya dengan harapan, akan menghasilkan kandidat terbaik.

“Yang jelasnya Pemira ini bukan langkah terakhir, melainkan langkah pertama yang menjadi acuan dalam menetapkan calon yang layak diusung,” ujarnya.

Nama kandidat yang muncul dalam Pemira, kata dia, merupakan gambaran kecenderungan dukungan kader dan pengurus PKS. Pasalnya, Pemira melibatkan semua kader dan pengurus sampai ke tingkat paling bawah. 

Lebih jauh dikatakatakannya,  hasil Pemira ini tidak serta merta menutup peluang kandidat lainnya, dan PKS tetap membuka komunikasi untuk semua bakal calon yang benar-benar ingin berkoalisi.

“Intinya adalah komunikasi dan silaturrahim yang harus menjadi penentu koalisi dan dukungan PKS sampai pada menyatukan visi dan misi dalam melanjutkan pembangunan di Kabupaten Luwu,” tutup Muksin. (*/opa)

No Responses

Leave a Reply