Kepala BP2IP Barombong Ubah Mindset Tentang Sekolah Pelaut

Kepala BP2IP Barombong Ubah Mindset Tentang Sekolah Pelaut

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut, Capt. Arifin Soenardjo M.Hum, didampingi Kepala BP2IP Barombong, H. Irwan SH, M.Pd, M.Mar.E, sesaat sebelum pelepasan 929 perwira pelayaran niaga, di Trans Studio Mall, Kamis (18/5/2017).

MAKASSAR – Untuk pertama kalinya, lembaga pendidikan kepelautan menggelar pelepasan para perwira pelayaran niaga di sebuah Mall, Kamis (18/5/2017). Ide dan gagasan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong, H. Irwan SH, M.Pd, M.Mar.E tersebut pun dianggap sebagai sebuah hal yang luar biasa oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut, Capt. Arifin Soenardjo M.Hum. 

Menurutnya, menggelar kegiatan di mall besar ini tentu dilatar belakangi oleh sejumlah alasan. Namun apapun alasannya, Arifin menilai gagasan ini merupakan ide yang luar biasa dari seorang Kepala BP2IP Barombong. 

Arifin mengawali sambutan di hadapan 929 Perwira Pelayaran Niaga Program DP-IV dan DP-V Peningkatan BP2IP Barombong di Trans Studio Mall (TSM), dengan mengungkapkan apreasisinya terhadap ide ini. 

“Ini merupakan perubahan besar. Selama ini tidak pernah ada wisuda di mall. Dia (Irwan) mampu dan berani merubah mindset tentang sekolah pelaut. Ini gagasan yang luar biasa,” tegasnya. 

Arifin juga menilai bahwa apa yang dilakukan BP2IP Barombong sebagai sebuah lembaga pendidikan merupakan sesuatu yang baik, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Apalagi saat ini, pemerintah tengah konsen dalam pembangunan di sektor kemaritiman. 

“Tak lagi ada batasan. Bahkan saat ini sudah ada pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Amerika. Jadi tak perlu singgah-singgah lagi. Ini bukti bahwa kita sudah move on,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa ini bagian dari program pemerintah untuk tol laut. 

Indonesia menurutnya, dikenal sebagai negara maritim. Tetapi potensi besarnya di sektor tersebut belum tergali secara maksimal. Sehingga dengan program pemerintah yang begitu banyak dan besar di sektor kelautan, ini menjadi bukti bahwa Indonesia sudah move on atau bangkit untuk memaksimalkan potensinya, termasuk untuk tenaga dan SDM pelautnya.

“Kita hanya perlu meningkatkan SDM para pelaut, salah satunya melalui vokasi terapan. Utamakan pengalaman dan keahlian, serta terus tingkatkan kemampuan bahasa dan penguasaan terhadap teknologi. Itu kuncinya. Dan saya bangga BP2IP Barombong telah menelorkan pelaut jumlah besar. Ingatlah bahwa pelaut yang tangguh dilahirkan dari laut yang ganas,” jelas Arifin. 

Sementara, Kepala BP2IP Barombong, H. Irwan SH, M.Pd, M.Mar.E sebelum pelepasan mengungkapkan alasan atas gagasannya menggelar kegiatan di TSM. 

“Selama ini, banyak keluhan masyarakat saat kita berkegiatan. terutama maslah parkiran kendaraan. Sehingga timbul gagasan ini. Kita menggelar kegiatan tetapi tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat. Karena kehadiran kita sebagai mitra masyarakat,” jelas Irwan. 

Demikian juga saat disinggung dengan filosofi yang ada dibalik motto ‘Hengkara Majaya’ yang lekat pada lembaga pendidikan berplat merah tersebut. Irwan menjelaskan bahwa Hengkara Majaya merupakan bahasa Sansekerta yang berarti Kebanggaan Pelaut. 

“Dahulu kala, Barombong merupakan kampus pencetak pelaut yang sangat dikenal. Banyak SDM pelaut yang sudah tercetak di BP2IP Barombong. Bahkan dahulu, Barombong satu-satunya lembaga pendidikan yang diizinkan mengeluarkan beberapa sertifikasi bagi pelaut. Dan kitapun berharap BP2IP Barombong ini akan selalu menjadi kebanggaan bagi seluruh pelaut yang dicetaknya. Selain itu, kalimat Hengkara Majaya juga dapat dijadikan sebagai sandi dan icon dari BP2IP Barombong. Sehingga saat melihat atau mendengarnya orang pasti ingat akan BP2IP Barombong,” papar Irwan. 

Saat ini, tambah Irwan, untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan, BP2IP Barombong didukung oleh tenaga instruktur/pengasuh, tenaga kependidikan, dan tenaga pendukung administrasi dan penunjang. Sedangkan untuk sarana diklat meliputi ruang kelas 67 kelas, simulator 11 unit, 13 unit laboratorium, 1 unit perpusatakaan, asrama taruna, ruang makan, poliklinik, sarana olahraga dan gedung ibadah berkapasitas 900 taruna. (lin)

No Responses

Leave a Reply