BP2IP Barombong Dapat Kucuran Anggaran Rp21 M

BP2IP Barombong Dapat Kucuran Anggaran Rp21 M

Kepala BP2IP Barombong, H Irwan SH, M.Pd, M.Mar.E dan Kadis Perhubungan Sulsel, Drs H Ilyas Iskandar M.Si, usai penandatanganan MoU Diklat Pemberdayaan Masyarakat Angkatan di BP2IP Barombong, Senin (22/5/2017).

MAKASSAR – Tahun 2017 ini, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp21 Miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi Diklat Pemberdayaan Masyarakat, sesuai Instruksi Presiden No 9 Tahun 2016 tentang  revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia.

Dengan anggaran sebesar itu, BP2IP Barombong harus memberikan Diklat secara gratis bagi 4.175 orang dalam rentang waktu mulai Januari 2017 hingga November 2017 mendatang.

Senin (22/5/2017), BP2IP Barombong kembali menggelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat angkatan IX untuk Diklat Keterampilan Pelaut (DKP) Basic Safety Training (BST), Security Awareness Training (SAT), dan Advanced Fire Fighting (AFF). 

Kepala BP2IP Barombong, H Irwan SH, M.Pd, M.Mar.E mengatakan, target kuota jumlah peserta diberikan kepada BP2IP Barombong sebanyak 4.175 orang, yang harus rampung hingga November 2017 mendatang.

“Jika tidak, anggaran yang ada tersisa akan dikembalikan ke negara. Oleh sebab itu, kita menyiasatinya dengan menggalang kerjasama degan berbagai pihak, seperti Dinas Perhubungan. Diklat secara gratis ini baru mulai diadakan tahun 2017 ini,” jelas Irwan, usai pembukaan Diklat untuk 300 orang, Senin (22/5/2017).

Irwan juga mengatakan bahwa dengan Diklat ini, peserta diharapkan memiliki sertifikat sejumlah keahlian. Jadi para peserta yang telah selesai mengikuti diklat,  tak hanya jadi Anak Buah Kapal (ABK) saja. Karena sertifikat keahlian yang akan diperoleh, bisa dipergunakan untuk bekerja di kapal, salah satunya sebagai security, atau untuk keahlian lain yang terkait dengan sertifikat yang telah diperoleh.   

Ditambahkan Kasi Gardik BP2IP Barombong, Rusman, hingga Mei 2017 ini, total peserta yang sudah mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat berjumlah 1.000 orang. Khusus diklat ini paparnya,  BP2IP Barombong mendapat amanah untuk merekrut peserta dari wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

“Diklat akan berlangsung selama 13 hari. Dan  untuk diklat kali ini, semua peserta berasal dari Sulsel, yaitu Pare-pare, Tana Toraja, Toraja Utara, Gowa, Pangkep, Takalar, Lutim, Ikatan Keluarga Besar Univ. Gajah Mada, serta keluarga pensiunan TNI/Polri di Makassar. Untuk kabupaten/kota di Sulsel kita alokasikan 150 orang perkabupaten, sedangkan untuk luar Sulsel kita berikan kuota 500 orang. Diklat ini diberikan secara gratis sesuai Inpres No 9 Tahun 2016. Ini merupakan diklat vokasi dan akan menjadi agenda rutin. Ini untuk membantu masyarakat yang tidak mampu, dengan harapan mereka bisa lebih mengembangkan diri dengan keahlian dan sertifikat keterampilan pelaut yang dimiliki,” jelas Rusman.

Sementara, Kadis Perhubungan Sulsel,  Drs H Ilyas Iskandar M.Si mengatakan, diklat ini bertujuan untuk membantu mensejahterakan masyarakat yang Terpencil, Terluar, dan Terbelakang (3T). Ini dalam rangka mendukung program tol laut. Dimana potensi negara, khususnya Sulsel sebagai daerah pesisir yang kehidupan kesehariannya bergelut dengan laut.

Menurutnya juga, yang menjadi acuan terhadap kegiatan Diklat ini adalah nawa cita, yaitu tol laut dan poros maritim serta Inpres No 9 tahun 2016. Menurutnya, diklat ini akan sangat membentu masyarakat, khususnya yang berada pada daerah 3T untuk mengembangkan diri melalui keterampilan yang dimilikinya, sekaligus menjadi bekal untuk bekerja di kapal.

Di kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Undertanding antara BP2IP Barombong dengan sejumlah mitra kerjanya, termasuk Dishub Sulsel. (lin)

No Responses

Leave a Reply