Kondom Kurang Diminati di Sulsel

Kondom Kurang Diminati di Sulsel

MAKASSAR – Berdasarkan data BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2015, dari tujuh model atau jenis alat kontrasepsi yang biasa digunakan dalam
program Keluarga Berencana (KB), yakni Intra Uterine Device (IUD), medis operasi wanita (MOW), medis operasi pria (MOP), implant alias susuk, suntik, pil dan kondom,
alat kontrasepsi jenis kondom cenderung kurang diminati di Sulsel. Hal tersebut terbukti dari persentase penggunaan kondom yang hanya sebesar 9 persen.

Kepala Bidang Advokasi Penggerakkan dan Informasi (Adpin) BKKBN Sulsel, Amirullah Hamzah menjelaskan, hal tersebut lantaran cukup banyak pasangan yang lebih nyaman dengan alat kontrasepsi model lain, seperti suntik dan pil.

“Kalau soal sosialisasi masing-masing model kontrasepsi, kami sudah cukup maksimal. Apalagi kami kerap mengkampanyekan program KB dengan menggunakan mobil unit pelayanan keluarga berencana. Dari data 2015 lalu, akseptor baru KB ini yang paling kurang diminati. Padahal segala jenis rasa, size dan model sudah ada. Artinya, masyarakat tidak minat pakai kondom. Tapi kami optimis akan ada peningkatan selama 2017 ini,” kata Amirullah, saat menggelar jumpa kemitraan dengan media lokal se-Provinsi Sulsel, di Hotel Denpasar Makassar, Selasa (23/5/2017). 

Meskipun alat kontrasepsi jenis kondom kurang diminati, lanjut Amirullah, namun yang terpenting bagi pihaknya adalah angka akseptor KB di semua kabupaten/kota mengalami penigkatan.

Ia mengungkapkan bahwa meskipun kondom diproduksi di Indonesia, tetapi saat ini kondom lebih banyak di ekspor ketimbang pemakaian dalam negeri sendiri.

“Bayangkan, kita di Indonesia punya pabrik pembuat kondom tapi 60% itu malah di ekspor,” ungkapnya.

Ia menambahkan, guna meningkatakan pemahaman masyarakat terkait kondisi angka lahir yang tidak sebanding dengan ketahanan kesejahteraan, pihaknya akan terus memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya program KB.

“Terutama warga di daerah pelosok yang kesadarannya pada program KB perlu ditingkatkan,” ujarnya. (m1/opa)

No Responses

Leave a Reply