​Jelang Arus Mudik, Jalan Trans Sulawesi Masih Rusak Ratusan Kilometer

​Jelang Arus Mudik, Jalan Trans Sulawesi Masih Rusak Ratusan Kilometer

Kepala BBPJN Wilayah XIII Makassar, Bastian Sihombing

MAKASSAR – Jelang arus mudik tahun ini yang diprediksi akan mulai terjadi pada H-7 sebelum lebaraan idul fitri, kondisi jalan Trans Sulawesi yang total panjangnya mencapai 1.745,92 kilometer (km), saat ini sebagian masih mengalami kerusakan. 

Berdasarkan data Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII Makassar, jumlah panjang jalan yang mengalami kerusakan dan harus diperbaiki mencapai 127,66 km atau 7,31 persen dari total panjang jalan Trans Sulawesi. 

“Dari total panjang jalan nasional trans Sulawesi yang mencapai 1.745,92 km, jalan dengan kondisi mantap (baik) itu totalnya mencapai 1.618,26 km. Sementara sisanya, 127, 66 km atau 7,31 persen dalam kondisi rusak dan harus diperbaiki. Alasan kerusakannya bermacam-macam, mulai dari kondisi jalan yang berumur tua, volume kendaraan yang semakin banyak, termasuk juga curah hujan yang tinggi. Dan itu sangat berpengaruh besar,” kata Kepala BBPJN XIII Makassar, Bastian Sihombing, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (31/5/2017).

Perbaikan Ditarget Rampung H-10 Lebaran

Menyikapi hal tersebut, Bastian mengaku, pihaknya sebagai penanggung jawab jalan nasional (Trans Sulawesi) saat ini tengah melakukan perbaikan dan pembenahan infrastruktur jalan di sejumlah titik, di jalur mudik lintas barat dan utara Sulawesi.

“Ditemukan ada beberapa lubang di jalanan yang cukup membahayakan bagi pengguna jalan. Itu akan segera kami tuntaskan (benahi). Saat ini sejumlah perbaikan di sejumlah ruas jalan yang rusak dan berlubang sepanjang jalur Makassar-Mamuju, Makassar-Palopo, Makassar-Bone dan Makassar-Bulukumba terus dikebut. Kita targetkan H-10 sebelum idul fitri, jalur mudik atau jalur utama di lintas Sulawesi Selatan dipastikan mulus dan lancar serta siap dilalui,” ujarnya. 

Bastian mengungkapkan, perbaikan pada sejumlah titik jalan rusak dan berlubang di jalur Makassar – Mamuju, dilakukan dengan cara pembongkaran agregat kelas A, untuk kemudian dilakukan perbaikan dan penambalan. Sedangkan di jalan lintas Maros-Bone yang dinilai paling rawan, perbaikan, perluasan jalan, dan tambahan bahu jalan juga sudah mulai dilakukan.

“Jalan di sepanjang Maros-Bone ini banyak lubang dan jalan rusak. Ini karena masuk musim hujan, dan jalur itu juga merupakan jalur kendaraan proyek, sehingga terjadi bleedding. Kita kejar untuk pengerjaannya,” ungkapnya. 

Disinggung mengenai anggaran perbaikan, Bastian menjelaskan, anggaran yang dikucurkan untuk perbaikan jalan tahun ini totalnya mencapai Rp110 miliar. Dana itu untuk perbaikan jalan dan pemeliharaan jembatan secara total. 

“Selain perbaikan jalan, semua jembatan saat ini dalam pembersihan dan pemeliharaan. Anggaran di Dipa 2017 ini kita fokuskan ke pemeliharaan jalan nasional,” terangnya. 

Kepala Bidang Preservasi BBPJN Wilayah XIII, Iskandar Arsyad menambahkan, saat ini perbaikan dan pembenahan infrastruktur jalan Trans Sulawesi sudah mulai dilakukan pada semua rute. 

“Selain Jalur Maros-Bone, wilayah rusak berat juga ada di jalur Parepare – Toraja, dan Parepare – Sengkang. Tiga titik ini yang cukup berat. Kalau yang lainnya, masih masuk kategori ringan. Ini jalan yang sering dipakai untuk arus mudik, karenanya memang target kita pada H-10 sudah harus selesai,” ujarnya.

Selain perbaikan jalan, lanjut Iskandar, BBPJN XIII juga akan membangun 15 titik posko yang tersebar di beberapa kabupaten/kota se- Sulsel. 

Ia menjelaskan, posko ini nantinya bisa berfungsi sebagai tempat aduan bagi masyarakat pengguna jalan, jika menemukan wilayah yang jalannya mengalami kerusakan ataupun adanya penghambat arus lalu lintas. 

“Kami ingin para pemudik nyaman dan aman, sehingga sampai di tempat tujuan dengan selamat. Untuk posko, akan didirikan seminggu sebelum lebaran, dan dipantau oleh petugas kami,” pungkas Iskandar. (m1/opa)

No Responses

Leave a Reply