​Setiap Hari, 4 Orang Istri SIAP jadi JANDA

​Setiap Hari, 4 Orang Istri SIAP jadi JANDA

MAKASSAR – Dari tahun ke tahun, angka perceraian terus mengalami peningkatan. Bahkan, trendnya pun kini berbalik. Jika dulunya kasus perceraian didominasi cerai talak (diajukan pihak suami), beberapa tahun belakangan ini kasus perceraian justru didominasi cerai gugat (diajukan pihak istri). 
Di Kota Makassar contohnya, berdasarkan data Pengadilan Agama Kelas IA Makassar, jika dirata-ratakan, dalam sehari ada 4 orang istri yang menggugat cerai suaminya, dan siap menjadi janda.

“Sejak Januari hingga April 2017 saja, sudah ada 811 kasus gugatan cerai yang ditangani Pengadilan Agama Kelas 1A Makassar. Dari jumlah itu, 595 diantaranya kasus cerai gugat (diajukan pihak istri). Jika itu dikalkulasikan, artinya dalam sehari ada 4 orang istri yang siap menjanda,” kata Sekretaris Pengadilan Agama Kelas IA Makassar, Munihro Nahdi, saat ditemui di kantornya, kemarin. 

Meskipun pihak hakim sudah mencoba melakukan mediasi, lanjut Munihro, namun hal tersebut tidak banyak membuat pasangan suami istri (pasutri) membatalkan niatannya untuk bercerai. 

Ia mengungkapkan, alasan yang disampaikan dalam persidangan pun beragam. Mulai dari persoalan ekonomi, poligami, kekerasan dalam rumah tangga, tak mampu menafkahi secara lahir batin, hingga suami yang dianggap tidak bertanggung jawab. 

“Dari 811 kasus gugatan perceraian yang ditangani Pengadilan Kelas 1A Makassar, hanya 3 kasus yang berhasil dimediasi. Kebanyakan karena masalah ekonomi. Dan yang bercerai juga kebanyakan yang nikah muda,” ungkapnya. 

Menurut Munihro, jumlah kasus perceraian di Kota Makassar untuk tahun ini kemungkinan akan meningkat dari tahun sebelumnya. 

“Jika melihat jumlah pengajuan selama 4 bulan pertama, tahun 2017 ini jumlahnya kemungkinan bakal meningkat dari tahun sebelumnya,” ujarnya.  

Ia merinci, pada tahun 2016 lalu, Pengadilan Agama Kelas IA Makassar menangani sebanyak 2.423 kasus perkara perceraian. Dari jumlah itu, 1.800 perkara diantaranya diajukan pihak istri. Sisanya, sebanyak 623 perkara diajukan pihak suami. 

“Jumlah kasus perceraian di tahun 2016 meningkat cukup tinggi dari tahun sebelumnya, yang jumlahnya hanya sekitar 2.000an kasus. Dari 2.423 perkara selama 2016, ada 744 pengajuan mediasi. Dan hanya 20 pasutri yang berhasil dimediasi oleh hakim,” bebernya. (m1/opa)

No Responses

Leave a Reply