Evaluasi Perusda, Deviden Jadi Pertimbangan Wali Kota

Evaluasi Perusda, Deviden Jadi Pertimbangan Wali Kota
Danny Pomanto

MAKASSAR – Penyetoran deviden yang dilakukan Perusahaan Daerah (Perusda) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dengan cara mencicil akan menjadi bahan evaluasi tersendiri bagi Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, yang dalam waktu dekat ini berencana melakukan evaluasi kinerja dan penyegaran di dalam tubuh Perusda yang berada di bawah naungan Pemkot Makassar.

“Cicil mencicil penyetoran deviden yang dilakukan Perusda ini memang sudah masalah klasik, dan hal itu akan menjadi pertimbangan kita (untuk melakukan evaluasi dan penuegaran). Pasti itu,” tegas Danny, kemarin.

Danny mengaku, pihaknya akan melakukan ‘pembongkaran’ besar-besaran terhadap Perusda, jika dalam evaluasi nantinya ditemukan masalah-masalah di dalamnya.
“Pokoknya, bulan Agustus semua sudah harus ‘segar’. Karena kedepannya kita akan hadapi angin ribut, dan ombak keras. Kalau ada pejabat yang loyo dan tidak jelas kerjanya, saya tidak butuhkan yang seperti itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Operasional PD Parkir Makassar Raya, Safrullah mengaku jika pihaknya masih harus menombok sekitar Rp600 juta untuk memenuhi kewajiban menyetorkan deviden kepada Pemerintah Kota Makassar sebesar 55 persen dari total laba yang diraup PD Parkir pada tahun 2016 lalu, atau sebesar Rp1,299 miliar dari jumlah total labar 2016 sebesar Rp2,363 miliar.

Pasalnya, menurut data yang tercatat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Makassar, PD Parkir hanya menyetor deviden Rp700 juta di tahun 2016.

“Harus dibayar (sisanya) dan dilunasi, karena itu (deviden) uang pemerintah. Bagian Umum yang harusnya menyetorkan sisanya. Kalau mengenai teknis penyetoran, saya tidak paham,” kata Syafrullah, kemarin.

Ia menerangkan, pada tahun 2016, berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Jojo Sunarjo dan Rekan pada 13 Maret lalu, PD Parkir Makassar Raya membukukan pendapatan sebesar Rp13,8 miliar, dengan laba Rp2,363 miliar.

“Masalahnya kenapa dicicil? Kenapa ditahan-tahan? Saya tidak mau ini (kekurangan deviden) jadi hutang lagi untuk PD Parkir,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Keuangan PD Pasar Makassar Raya, Lutfi Gunawan mengatakan bahwa sebenarnya deviden dari PD Pasar adalah sebesar Rp506 juta. Namun dengan pertimbangan kondisi keuangan di PD Pasar, maka pihaknya memutuskan untuk mencicil penyetoran deviden, atau baru membayar setengahnya yakni Rp250 juta.

“Bisa saja kita langsung lunasi. Tapi karena ada kebutuhan biaya operasional di tahun berjalan, maka sesuai kebijakan direksi, kita mencicil penyetoran deviden. Tapi kami rencanakan menyetor sisanya bulan ini atau bulan depan,” kata Lutfi, kemarin.

Ia menjelaskan, laba yang diperoleh PD Pasar Makassar raya hanya sebesar Rp900 juta, dimana jumlahnya sangat jauh jika dibanding pendapatan yang berhasil diraup pada tahun 2016 dengan total sebesar Rp15 miliar lebih. Hal itu karena biaya perbaikan dan pembangunan fisik baru di pasar-pasar Makassar sangat besar.

Ditahun 2017, lanjutnya, PD Pasar menganggarkan Rp400 juta untuk pembangunan fisik, jumlah tersebut diluar dari anggaran untuk peralatan kebersihan pasar.

“Sumber pendapatan kita dari pasar. Jadi harus terus membenahi pasar, dan biayanya sangat besar untuk perbaikan dan pembangunan fisik baru. Seperti perbaikan MCK pasar, pembuatan taman, ‘pacilla’ pasar yang masuk penilaian Adipura dan pemasangan paving blok, seperti di Pasar Panakkukang,” terangnya. (zan/opa)

No Responses

Leave a Reply