Kasus Cipta Karya, Polda Jangan Masuk Angin

Kasus Cipta Karya, Polda Jangan Masuk Angin

Kasus dugaan korupsi pengadaan/pemasangan pipa PVC) tahun Anggaran 2016 Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), hingga saat ini belum juga menetapkan tersangka.

Hal ini menjadi atensi tersendiri Anti Corruption Commitee (ACC). Pasalnya, Direktorat Kriminal khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel terlihat tak punya niat serius untuk segera meningkatkan penyelidikannya ke tahap penyidikan.

Wakil Kepala Badan Pekerja ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan kinerja Polda akhir-akhir ini, dimana sejumlah upaya mengulur-ulur dan ketidak terbukaan kepada publik selalu saja diperlihatkan. Terlebih dalam kasus-kasus korupsi seperti kasus Cipta Karya ini. Padahal menurutnya, pada awal penanganan kasus, pihak Polda sudah melakukan upaya progres sampai sampai melakukan penggeledahan di kantor Cipta Karya.

Olehnya itu, ACC kembali mengingatkan pihak Polda Sulsel agar tetap pada jalur dan jangan sampai masuk angin. “Jangan sampai masuk angin, apalagi sudah beberapa kali penetapan tersangka diulur-ulur,”kata Kadir di Makassar, kemarin.

Sementara Kasubdit III Ditkrumsus Polda Sulsel, AKBP Leonardo mengakui telah memeriksa sejumlah pihak. Seperti Kasatker. “Cipta Karya kan melakukan pengerjaan dengan melibatkan pihak ke tiga, kita juga bakal memeriksa rekanan mereka,”kata Leonardo.

Menurutnya, penetapan tersangka akan dilakukan secepatnya atau paling lambat pekan ini.”Sudah mau penetapan (tersangka) ini, kami pasti kabari,”tandasnya.

Diketahui, penyidik Ditreskrimsus Polda pada Juni 2017 lalu mengaku telah memeriksa semua saksi. Diantaranya Kasatker SPAM Fery Natsir dan pihak-pihak yang disinyalir ikut terlibat dalam proyek fiktif tersebut.

Sebelumnya, Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan mengatakan, pihak KPA dan PPTK melaksanakan pekerjaan menggunakan dana APBN sebesar Rp3,7 miliar dengan 21 paket pekerjaan. Namun pekerjaannya tidak pernah dilaksanakan. (dir)

No Responses

Leave a Reply