Pungli Pasar Pa’Baeng-baeng, Kajari : Dua Tiga Hari (Ada Tersangka Baru)

Pungli Pasar Pa’Baeng-baeng, Kajari : Dua Tiga Hari (Ada Tersangka Baru)
Ilustrasi

Rekomendasi sidang atas keterlibatan Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Rahim Bustam dalam kasus pungli penjualan lods Pasar Pa’baeng baeng dalam waktu dekat akan diekspos.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar, Dicky Rahmat Rahardjo mengatakan, terkait penetapan tersangka, pihaknya telah menerima hasil pemeriksaan dari pengembangan yang dilakukan oleh penyidik tindak pidana khusus. Sehingga menurutnya, tinggal menunggu waktu dan sedikit bukti untuk melakukan penetapan tersangka baru dalam kasus tersebut.

Meski keterlibatannya berdasarkan fakta persidangan, namun sesuai ketentuan yang berlaku tentu mesti melengkapi bukti bukti agar nantinya Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga tidak kesulitan dalam pembuktian.

Menurutnya, sesuai surat perintah, jangka waktu yang diberikan untuk melakukan penyidikan alias pengembangan adalah satu bulan, namun ia berjanji dalam waktu dekat akan segera melakukan ekspos.

“Tidak lama lagi. Saya sudah terima laporan bahkan saya sudah rapatkan semuanya, tunggu dua tiga hari lagi,”beber Dicky di Makassar, kemarin.

Dari laporan penyidik, belakangan ada hal baru yang menjadi temuan, sehingga pihaknya memutuskan untuk melengkapi temuan tersebut sebelum nantinya diekspos berikut dengan penetapan (tersangka).

“Ada hal baru yang tim temukan, soal apa temuan baru itu? Nanti kita ketemu dua tiga hari, karena masih harus dilengkapi kemudian kami ekspose sesuai SOP,”tandasnya.

Sementara Kepala Seksi Intelejen Kejari Makassar, Andi Alham mengatakan, sampai hari ini pihaknya telah melakukan pemanggilan saksi-saksi. Bahkan, menurutnya Dirut PD Pasar sendiri telah diperiksa.
“Sudah kami periksa dan hasilnya sudah saya laporkan semuanya ke atasan,”ujar Alham.

Ia mengaku kasus tersebut masih berproses dan akan segera melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi yang ada hubungannya dalam kasus tersebut.”Masih ada beberapa saksi lagi yang masih akan kita panggil dan dimintai keterangannya,”katanya.

Diketahui, pengembangan dilakukan lantaran ditemukan adanya dugaan penjualan lods di atas lahan parkir yang merupakan fasilitas umum (Fasum). Lods tersebut diduga dijual oleh oknum pengelola pasar, berkisar antara Rp25 juta untuk lods bagian belakang dan Rp40 juta untuk lods bagian depan. Sejumlah pedagang ,mengaku telah membeli lods tersebut dari pihak pengelola pasar dengan harga yang bervariasi.

Dari tahapan persidangan Laisa Nanggong, fakta kemudian terbuka dimana nama Dirut PD Pasar, Rahim Bustam dianggap punya keterlibatan sehingga hakim meminta JPU untuk mengembangkan kasus ini lebih jauh dan mencari bukti penguat. (dir)

No Responses

Leave a Reply