Umrah Murah Sesatkan Ummat

Umrah Murah Sesatkan Ummat
Ilustrasi

Asosiasi agen pemberangkatan haji dan umrah, Ampuri dan Kesturi sepakat menggelar pertemuan guna membahas masalah agen travel jasa pemberangkatan umrah murah yang belakangan dianggapnya kerap menyisakan masalah.

Digelar di Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Kamis (27/7) pertemuan ini mengusung tema “Umrah Murah Bikin Masalah” dihadiri Ketua DPD Kesturi Usman Jasad, Ketua DPD Ampuri Ashar Gazali,

Sekertaris Kesturi, Nurhayat dan Dewan Pembina Kesturi serta Wakil Ketua DPD ASITA MD Nazril. Ketua DPD Kesturi Usman Jasad mengatakan, pada dasarnya kegiatan ini dilakukan sebab sudah sangat meresahkan, dimana setiap tahunnya banyak jamaah Sulsel mengalami masalah terkait pemberangkatan umrah. Apalagi mereka yang terjerat oleh tawaran harga murah dari agen agen travel.

Agen perjalanan berlomba menawarkan promo ibadah umrah dan haji berbanderol murah dibanding harga normal. Sehingga menurutnya, sangat penting para asosiasi yang berkomitmen berkumpul saat ini mensosialisasikan secara terbuka harga realistis pemberangkatan umrah.

Menurutnya, agen agen travel dengan harga murah sudah sangat menyesatkan ummat, apalagi dengan mensosialisasikan bahwa umrah itu harus menunggu. Padaha diketahui, sesuai temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agen travel bodong ini kerap kali memutar uang milik pendaftar dan mengaku pemberangkatan sama dengan sistem kuota haji.

“Kan tidak seperti itu. Umrah itu hadir agar ummat bisa langsung berangkat ke menuju Tanah Suci dan sama sekali tidak menggunakan sistem kuota. Faktanya belakangan sesuai temuan OJK, agen-agen ini mengumpulkan uang tersebut untuk investasi,”paparnya.

Sejauh ini, kata Usman, harga realistis untuk pemberangkatan umrah adalah Rp19,5 juta dengan rincian harga tiket paling murah Rp13 jutau, hotel Rp3 juta, visa Rp600 ribu, bus dan guide atau Mutawwib Rp200 ribu, itupun hanya perjalan selama selama hari. Sehingga totalnya ditambah biaya jasa dan administrasi senilai Rp1,5-Rp2 juta senilai Rp19,5 juta.

Ketua DPD Amphuri, Ashar Ghazali mengaku sepakat dengan Kesturi. Apalagi memang masalah umrah ini adalah urusan ibadah ummat. Menurutnya, selama ini Kemenag yang punya peran sebagai regulator sudah beberapa kali didesak untuk bertindak, namun selalu saja mengaku praktik ini belum mendapatkan laporan dari masyarakat.

Hal ini, kata Ansar, sangat mengingat OJK dan MUI sudah mengatensi bahkan mengharamkan adanya praktik pemutaran uang dengan kedok pemberangkatan umrah murah. “Jika memang selaku regulator Kemenag tidak bertindak, yah tentu ke depan kita yang akan menyelamatkan ummat,”tandasnya.

Selain itu, pihaknya akan membuka posko pengaduan dan berharap tidak ada lagi ummat yang tertipu. Namun sebelumnya, dirinya meminta komitmen semua pihak. Kita akan lakukan dialog dengan menghadirkan OJK, Kemenag dan KPPU agar jangan sampai ini hanya dianggap persaingan usaha, serta pihak air lines, biar semuanya terang,”pungkasnya.

Dimintai tanggapan, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Abdul Wahid Thahir hanya mengingatkan bahwa perlu kehati-hatian untuk memilih travel yang akan digunakan jasanya. Pasalnya, jika sampai salah memilih perusahaan travel biro perjalanan haji dan umrah, maka niatan ibadah akan hilang. “Kita tidak ingin lagi melihat jamaah kita terkatung-katung di lokasi ibadah, bahkan terabaikan di bandara dan dibodoh-bodohi lantaran travel yang tidak jelas,”ujarnya.

“Secara nasional kan sudah standar yaitu antara Rp23 sampai Rp24 juta. Jadi kalau sampai ada dibawahnya harus dipertanyakan kenapa sampai begitu harganya,”sambungnya.(dir/awy)

No Responses

Leave a Reply