​Soal Polemik Pembongkaran Baruga Sangiaseri, Gubernur : Jangan Tanya Saya

​Soal Polemik Pembongkaran Baruga Sangiaseri, Gubernur : Jangan Tanya Saya

MAKASSAR – Pembongkaran Baruga Sangiaseri yang diduga menyalahi aturan karena dilakukan tanpa dahului dengan proses tender terus menjadi sorotan. 

Meski begitu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang dimintai tanggapannya terkait dugaan pelanggaran terhadap proses pembongkaran bangunan yang berlokasi di kompleks rumah jabatannya itu, masih enggan menanggapi hal tersebut. 
Menurutnya, pembongkaran tersebut ditangani secara teknis. Sehingga yang berhak untuk berkomentar lebih jauh adalah Biro Aset Setda Provinsi Sulsel.
“Jangan tanya saya soal itu. Aset yang lebih tahu teknisnya, tanya di Biro Aset,” singkat Syahrul, Jumat (11/8).
Padahal sebelumnya, Kepala Bagian Penatausahaan, Penggunaan, Pemanfaatan dan Penghapusan Aset Setda Provinsi Sulsel, Adnan Nawawi mengatakan, untuk pembongkaran Baruga Sangiaseri, proses tender baru akan dilakukan setelah pekerjaan pembongkaran selesai. Saat ini, kata Adnan, pihaknya masih menunggu persetujuan dari gubernur untuk proses pelelangan.
“Kita belum tender, karena belum ada surat persetujuan dari pimpinan (gubernur). Dalam waktu dekat itu akan akan turun. Setelah itu, baru kemudian kita lakukan tender untuk hasil pembongkarannya,” ujar Adnan, Kamis (3/8) lalu.
Adnan juga mengungkapkan bahwa saat ini Baruga Sangiaseri sudah dihapuskan dari data aset, dan diganti dengan bagunan baru yang lokasinya masih berada di Kompleks Rumah Jabatan Gubernur, yaitu Baruga Pattingalloang. 
Untuk pergantian fungsinya sendiri, lanjutnya, hal itu menjadi kewenangan penuh gubernur. 
“Mengenai taksasi harga, itu akan dibahas selanjutnya. Nanti semuanya ditaksirkan setelah ada surat persetujuan,” tambahnya. 
(Berita lengkapnya, baca di Harian Radar Makasssar edisi 12 Agustus 2017)

No Responses

Leave a Reply