Lantik Pejabatnya, Syahrul Minta Maaf

Lantik Pejabatnya, Syahrul Minta Maaf

MAKASSAR – Sebanyak 183 pejabat eselon II, II dan IV lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dilantik dan dikukuhkan untuk mengisi posisi baru, Jumat (11/8). 

Hal yang menarik perhatian publik pada pelantikan tersebut adalah nama Kemal Redindo Syahrul Putra, yang merupakan putra kedua Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Dindo, sapaan akrabnya juga turut dilantik untuk mengisi jabatan sebagai Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel. Sebelumnya, ia selama 11 bulan menjabat sebagai Kepala UPTD Bapenda wilayah Kabupaten Gowa.

Usai melantik ratusan pejabat tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang mungkin merasa kecewa karena belum bisa terakomodir.  

Pasalnya, meski tak menyebutkan secara jelas, Syahrul mengaku bahwa dalam proses seleksi terbuka yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel, banyak pejabat dan tokoh yang datang kepadanya untuk menitipkan nama agar bisa ditempatkan pada posisi tertentu. 

“Saya minta maaf kepada yang kecewa, keluarga besar, teman, dan tokoh Sulsel yang telah menitipkan nama ke saya, tapi saya tidak mampu melaksanakannya,” kata Syahrul. 

Syahrul juga meminta maaf kepada pejabat yang telah mengikuti seleksi terbuka (lelang jabatan), namun tidak dilantik untuk mengisi posisi jabatan yang diinginkan.

“Ini melalui proses yang panjang, dan tim seleksi telah bekerja. Namanya kompetisi, tidak mungkin semua bisa jadi. Pasti ada yang tersingkir,” ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut, Syahrul berpesan agar para pejabat yang dilantik menerapkan 3 hal penting dalam kepemimpinan. 

“Pemimpin harus memiliki 3 hal ini. Yakni mengambil kesempatan, mempertajam akhlak serta mengharmonisasi staff. Jadi kalau ada pemimpin yang lambat, kepalanya pun bisa diambil orang. Apalagi jabatannya,” tandasnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo menyampaikan bahwa setelah pelantikan ini, masih terdapat 2 posisi jabatan eselon II yang masih lowong karena pejabatnya bergeser. 

“Pak gubernur telah melantik pejabat dari eselon II, III dan IV hari ini. Tapi memang masih ada 2 jabatan eselon II yang lowong, yakni Kepala Biro Pengelolaan Barang dan Aset Daerah dan Biro Umum dan Perlengkapan,” ungkap Ashari.

Olehnya itu, lanjut Ashari, pihaknya akan kembali melaksanakan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi, untuk mengisi jabatan yang masih lowong tersebut.

“Secepatnya, yang masih lowong akan kita buka lagi pendaftarannya,” ujarnya. (pop/opa)

No Responses

Leave a Reply