Penyidik Kejati Jadwalkan Pemeriksaan Ulang ​Mantan Dirut PT AP I

Penyidik Kejati Jadwalkan Pemeriksaan Ulang ​Mantan Dirut PT AP I

MAKASSAR – Setelah sempat diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi dan mark up penjualan tanah untuk perluasan lahan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar selama kurang lebih 8 jam pada Senin (7/8) lalu, tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menjadwalkan pemeriksaan ulang terhadap mantan Dirut PT Angkasa Pura (AP) I, Tommy Soetomo. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Penyidikan, Nur Hidayah, melalui Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin, Jumat (11/8).

“Kita jadwalkan ulang untuk pemeriksaan tambahan. Kami belum bisa memastikan kapan. Tapi saat ini kita jadwalkan,” ujar Salahuddin. 
Terpisah, Kepala Bidang Data dan Investigasi Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi, Wiwin Suwandi meminta agar penyidik kejaksaan serius menggali keterlibatan dari pihak PT AP I. P
“Dalam kasus ini, kita yakini ada unsur kesengajaan pihak PT Angkasa Pura I. Apalagi penambahan anggaran langsung disetujui. Padahal, harusnya ada tim dari mereka yang memverifikasi permintaan dana yang di-mark up. Penyidik Kejati harus kembali menunjukan bahwa ia tetap konsisten menangani kasus ini,” kata Wiwin. 
Sekadar diketahui, mantan Dirut PT Angkasa Pura (AP) I, Tommy Soetomo diperiksa karena dianggap mengetahui pencairan dan perencanaan proyek perluasan lahan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, yang menelan anggaran Rp512 miliar tersebut. 
Dalam kasus yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp317 miliar ini, Kejati sulsel telah menetapkan 9 orang tersangka. Salah satu diantaranya sudah mendapat vonis hukuman 7 tahun penjara. Sementara sisanya masih dalam tahap persidangan.
Sebelumnya, pada tahun 2014, Tommy juga pernah menyandang status sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelian mobil Damkar untuk PT Angkasa Pura tahun 2011, dengan anggaran sebesar Rp63 miliar.
Namun pada tahun 2015, Kejaksaan Agung menerbitkan Surat Pemberitahuan Pemberhentian Perkara (SP3) terhadap kasus tersebut, sehingga Tommy berhasil lolos dari jerat hukum. (dir)

No Responses

Leave a Reply