Bonus Tak Kunjung Cair, Atlet Disabilitas Merasa Didiskriminasikan 

Bonus Tak Kunjung Cair, Atlet Disabilitas Merasa Didiskriminasikan 

MAKASSAR – National Paralympic Comitee (NPC) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan adanya sikap diskriminasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terhadap atlet penyandang disabilitas. Pasalnya hingga saat ini, bonus untuk atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama Provinsi Sulsel dalam ajang Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV di Jawa Barat 2016 lalu tak kunjung cair. Sementara, bonus untuk atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) yang eventnya digelar bersamaan dengan Peparnas, sudah sejak lama cair. 

“Bonus atlet kami hingga saat ini belum terbayarkan. Padahal, secara logika mereka sama-sama berjuang mengharumkan nama Sulsel ditingkat nasional. Dari Aceh sampai Papua, bonus untuk atlet Peparnas sudah cair semua. Hanya di Sulsel yang atlet Peparnasnya belum menerima bonus sepeser pun,” kata Ketua NPC Sulsel, Sonny Sandra. 

Padahal, lanjut Sonny, pihaknya sudah mengajukan permintaan anggaran kepada Pemprov Sulsel sebesar Rp2,9 miliar sejak tahun lalu. 

“Namun yang terealisasi atau disetujui hanya sebesar Rp250 juta, itupun hingga saat ini tak kunjung cair,” keluhnya.  

Sonny berharap, Pemprov) Sulsel bisa memberikan perhatian yang sama kepada paras atlet difabel, seperti perhatian yang diberikan kepada atlet normal lainnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulsel, Sri Endang Sukarsih membantah adanya diskriminasi yang dilakukan Pemprov Sulsel tehadap atlet difabel. 

“Kita tidak membeda-bedakan. Mau atlet disabilitas ataupun atlet normal, semua mekanismenya sama. Tidak ada perbedaan. Teman-teman disabilitas mesti sabar. Apalagi organisasinya baru berdiri 3 tahun di Sulsel,” kata Sri Endang.

Terkait belum cairnya bonus untuk para atlet Peparnas, tidak menampik jika proses pencairan bonus memang tersendat. Minimnya anggaran pembinaan untuk atlet disebutnya menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya hal tersebut.

Sri Endang juga menyarankan agar NPC kembali mengajukan proposal bantuan ke Pemprov Sulsel untuk mendapatkan bantuan dari APBD Perubahan Sulsel tahun 2017.

“Saya sudah tanya staff di Dispora yang menangani, dan itu akan dibahas di APBD Perubahan. Saya berharap dan meminta agar para atlet paralympic bisa bersabar. Terkait jumlah, itu harus persetujuan Badan Pengelolah Keuangan Daerah (BPKD),” ujarnya. 

Sebelumnya, sejumlah pengurus dan atlet NPC Sulsel juga telah mendatangi Komis E DPRD Sulsel untuk menyampaikan aspirasinya terkait pencairan bonus bagi para atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama Provinsi Sulsel pada ajang Peparnas XV tahun 2016 lalu.  

Sekadar diketahui, kontingen Peparnas Provinsi Sulsel kala itu berhasil meraih 1 medali emas, 8 perak dan 18 perunggu. Prestasi yang ditorehkan pada Peparnas XV di Jawa Barat ini mengalami peningkatan dibanding prestasi pada Peparnas tahun sebelumnya di Riau. (pop/opa)

No Responses

Leave a Reply