Tutupi Defisit, Pemprov Sisir Proyek ‘Mandek’

Tutupi Defisit, Pemprov Sisir Proyek ‘Mandek’

MAKASSAR – Defisit anggaran mencapai Rp217 miliar yang dialami pada APBD Pokok 2017, memaksa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mencari tambahan anggaran guna menutupi kekurangan anggaran di APBD Perubahan 2017, dengan mengidentifikasi sejumlah proyek yang tidak jalan atau diprediksi mandek untuk disisir anggarannya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman mengatakan, defisit anggaran sebesar Rp217 miliar tersebut sebenarnya masih bisa tertutupi, lantaran masih diharapkan tambahan DAU senilai Rp245 dari APBN Perubahan. Hanya saja, melihat kebijakan pusat yang kerap berubah, pihaknya pun tidak bisa berharap banyak.

“Saya kira TAPD sudah menyisir. Kalau untuk menutupi defisit, Insha Allah bisa. Kalau kita asumsikan bahwa akan ada tambahan DAU Rp245 miliar, itu kan sudah cukup menutupi defisit Rp217 miliar. Tetapi kan Perpres APBN belum ditandatangani presiden. Kita masih tunggu. Sudah ada rancangannya Rp245 miliar, tetapi namanya juga rancangan. APBN tahun lalu saja, sudah ditetapkan masih bisa dipotong. Apalagi yang belum. Jadi kita tinggal berdoa saja,” kata Jufri, kemarin.

Sembari menunggu kepastian DAU dari pusat, lanjut Jufri, pemprov sudah mengantisipasi dengan jalan menyisir proyek yang belum berjalan, dan dipastikan tidak akan rampung sampai akhir tahun ini. 

“Kita akan sisir proyek-proyek apa saja yang tidak memungkinkan untuk bisa tertutupi dari dana APBN. Termasuk proyek sharing dengan kabupaten kota. Untuk kegiatan, khususnya fisik yang tidak memungkinkan selesai sampai Desember, lebih baik sekalian berhenti. Daripada nanti jadi persoalan. Lebih baik digunakan untuk menutupi kekurangan itu,” ujarnya.

Menurut Jufri, sejak awal penetapan APBD Pokok 2017 pihaknya sebenarnya sudah identifikasi program yang akan disisir untuk menutupi perubahan. Sebab, tidak boleh anggaran berakhir jika di lapangan masih bermasalah. 

“Jadi kita selesaikan dulu ini, dengan menyisir kembali. Ini tidak bisa selesai toh? Ya kita ambil uangnya kembali, baru tutupi dulu yang lobang. Kalau sudah rata, artinya sudah aman. Jadi yang diambil anggarannya, nanti tahun depan lagi. Itupun kalau ada anggaran,” terangnya. (**)

No Responses

Leave a Reply