​Kejati Didesak Periksa Dirut RSUD Barru

​Kejati Didesak Periksa Dirut RSUD Barru

MAKASSAR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) Sulsel Menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (21/8/2017).

Ketua KP-GRD, Andi Etus Mattumi mengatakan, aksi ini dilakukan untuk meminta dan mendesak pihak Kejati Sulsel agar segera mengusut kasus proyek pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Barru tahun anggaran 2015-2016.

Pasalnya, dalam proyek tersebut, penyusunan Harga Perkiraan Sementara (HPS) belanja barang dan jasa diduga tidak sesuai dengan yang terealisasi. Hasil pengadaan Alkes tersebut juga diduga tidak sesuai dengan spesifikasi seperti yang tertuang dalam kontrak kerja.

“Kami mendesak agar pihak Kejati segera mengusut tuntas kasus ini, dan segera memeriksa Dirut RS Barru beserta pemilik perusahaan pemenang tender. Sebab, kami menduga ada indikasi mark up harga dalam proyek tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan fisik pada Alkes tersebut, juga tidak ada disertakan jaminan mutu, layanan purna jual, serta kartu garansi dan certificate of originnya. Kami menduga, dari keseluruhan pengadaan Alkes, ada indikasi kerugian negara mencapai 32,45 persen pada realisasi anggarannya,” kata Etus.

Selain itu, lanjut Etus, dalam kasus ini juga ada dugaan rekayasa kwitansi dan pembuatan laporan pertanggungjawaban pembelian Alkses tersebut. 

“Proyek pengadaan Alkes RSUD Kabupaten Barru ini dikerjakan oleh dua perusahaan, yaitu PT Aditama Infosarana dan PT Aras Sanobar. Nilainya mencapai miliaran rupiah, dan bersumber dari anggaran APBN dan APBD tahun 2015-2016,” terangnya.

Berita lengkapnya, baca di Harian Radar Makassar edisi 22 Agustus 2017

No Responses

Leave a Reply