​Tunggakan Capai Rp422 M, Dinas Koperasi “Kejar” Penunggak KUT

​Tunggakan Capai Rp422 M, Dinas Koperasi “Kejar” Penunggak KUT

RadarMakassar.com – Kredit Usaha Tani (KUT) yang disalurkan di Provinsi Sulawesi Selatan sejak tahun 1995 sampai 2000, ternyata masih menyisakan permasalahan berupa tunggakan pembayarannya.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, dari total dana KUT sebesar Rp668 miliar yang disalurkan selama 5 tahun tersebut, jumlah tunggakan yang belum terbayar hingga saat ini mencapai Rp422 miliar.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, Abd Malik Faisal mengatakan, salah satu rekomendasi dari kongres Nasional Koperasi III yang dilaksanakan di Kota Makassar beberapa waktu lalu adalah melakukan pendataan untuk penyelesaian masalah tunggakan KUT tersebut.

“Dari total dana KUT yang dikucurkan di Sulawesi Selatan sebesar Rp688 miliar, berdasarkan data terkahir kita pertanggal 30 November 2004, pengembalian melalui angsuran itu hanya Rp246 miliar. Jadi ada tunggakan sebesar Rp422 miliar. Dan masalah ini merupakan salah satu hal yang menjadi rekomendasi Kongres Koperasi III kemarin,” kata Malik, Senin (4/9/2017).

Olehnya itu, lanjut Malik, pihaknya akan segera melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan validasi data penunggak KUT.
Pasalnya, kata dia, untuk menyelesaikan permasalahan ini dibutuhkan sinkronisasi data antara provinsi dan kabupaten/kota, mengingat penerima atau pengguna dana tersebut adalah koperasi dan LSM di tingkat kabupaten/kota.

“Dalam waktu dekat, kita akan lakukan rapat internal dulu di lingkup pemprov, dengan melibatkan Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Perkebunan. Karena saat itu (KUT disalurkan) kan masih belum ada Dinas Koperasi. Jadi dana dari pusat langsung ke dinas terkait di daerah, seperti pertanian, perkebunan dan peternakan. Yang pasti kita akan kejar data-data (penunggak KUT) untuk menyelasikan masalah ini,” terangnya.

Lebih jauh Malik menjelaskan, dana KUT yang disalurkan pada tahun 1995-2000 tersebut terbagi dalam 2 kategori, yakni untuk koperasi dan LSM. Dimana untuk koperasi yang tersebar di 22 kabupaten/kota, disalurkan dana KUT dengan total realisasi (1995-2000) Rp591 miliar. Sementara untuk LSM yang tersebar di 19 kabupaten/kota (1998-2000) realisasinya sebesar Rp77 miliar.

“Untuk koperasi, angsuran yang kembali hanya Rp227 miliar lebih. Sementara sisanya Rp364 miliar lebih masih menjadi tunggakan. Sementara untuk LSM, angsuran yang kembali hanya Rp18,6 miliar lebih, dan sisa tunggakannya sebesar Rp55 miliar lebih,” bebernya.

Berita lengkapnya, baca di Harian Radar Makassar edisi Selasa, 5 September 2017

No Responses

Leave a Reply