Penantang Danny Mulai Berguguran

Penantang Danny Mulai Berguguran
Danny Pomanto

RadarMakassar.com – Mendekati tahapan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar, bakal calon penantang petahana, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mulai gugur satu persatu. Sejumlah nama yang sebelumnya digadang-gadang ikut mencalonkan diri, saat ini mulai hilang di peredaran bursa pencalonan. Sejumlah nama seperti Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta, Bendahara DPD I Golkar Sulsel, Rusdin Abdullah (Rudal), Andi Mustaman, bahkan Syamsul Rizal terancam tidak mendapatkan kendaraan politik. Sementara peluang maju melalui jalur independen pun sangat kecil.

Pengamat Politik Luhur Andi Priyanto mengatakan, besar kemungkinan Pilwalkot Makassar akan terjadi pertarungan head to head. Sebab usungan partai politik mayoritas telah menancapkan dukungannya kepada Danny dan tersisa dua partai penantang yakni Golkar dan NasDem yang kemungkinan bakal menjadi koalisi penantang petahana.

Ia melihat kekuatan penantang semakin mengerucut dan terkonsolidasi. Hal itu yang membuat figur yang tempo hari mensosialisasikan diri tenggelam satu persatu. “Sejauh ini hanya Munafri yang menunjukkan keseriusan menantang incumbent. Melalui jejaring politik nasional, kemungkinan Munafri bisa mengumpulkan kekuatan penantang sekaligus partai-partai politik pengusung,”kata Luhur di Makassar, kemarin.

Sementara Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus mengungkapkan, agak sulit untuk mendorong nama baru yang tidak punya sandaran politik. Kecuali, ereka yang punya keterpilihan yang tinggi seperti petahana Danny Pomanto. “Peluang hanya akan muncul dibeberapa calon yang punya dukungan parpol ril seperti Farouk M Betta, Rusdin Abdullah dari Golkar, Adi Rasyid Ali (Ara) dan Syamsul Rizal(Demokrat) dan untuk partai tengah kemungkinan akan muncul calon seperti Rahmatika Dewi,”katanya.

Nurmal mengatakan, dari segi kepopuleran petahana Danny masih jauh lebih unggul dibanding dengan kandidat lain yang ada saat ini. Kerja Danny membangun Makassar pun sudah terukur dan dirasakan masyarakat. Hal ini, kata dia, menjadikan Danny punya nilai plus dibanding kontestan lainnya. “Danny diuntungkan karena dia sudah punya hasil kerja yang bisa dijual di Pilwalkot dengan prestasi-prestasi Makassar yang didapat sejak Danny menjadi wali kota,”kata Nurmal.

Kondisi itulah yang membuat banyak partai merapat dan menyatakan dukungannya kepada Danny. Sebab, kata Nurmal, tentu partai politik (parpol) akan melihat terlebih dahulu peluang kemenangan sebelum memutuskan usungan di Pilwalkot. “Peluang kemanangan Danny kembali memimpin Makassar masih besar, itulah yang dilihat partai mengapa lebih condong ke Danny,”jelasnya.

Ketua DPD PAN Makassar, Hamzah Hamid sebagai pimpinan partai yang paling awal memberikan rekomendasi usungannya kepada Danny mengakui bahwa saat ini pihaknya telah mulai massif bergerak dan melakukan kerja-kerja politik. Membangun dan mengkonsolidasikan lumbung-lumbung suara di Makassar.”Termasuk kita sasar pemilih-pemilih pemula, membentuk tim kerja di masing-masing kecamatan.”terang Anggota Komisi D DPRD Makassar itu.

Menurutnya, siapa pun penantang Danny di Pilwalkot, semua jejaring politik sudah siap memenangkan Danny untuk kembali memimpin Makassar. “Semakin banyak calon, itu semakin seru. Head to head pun kita sebagai tim sudah siap mati-matian bekerja untuk kemenangan Danny untuk meneruskan pemerintahan Danny dua kali tambah baik,”pungkasnya.

“Kita harus objektif melihat perubahan yang terjadi di Makassar tiga tahun belakangan ini sejak Danny memimpin. Ada banyak perubahan, wajah Makassar berubah lebih tertata, ekonomi meningkat tajam, pelayanan kepada masyarakat lebih nyaman dan sejumlah penghargaan yang disabet pemerintah. Semua itu baru ada di zaman Danny,”lanjut anggota DPRD Makassar itu.

Penulis : Rahma Amin-Muh Chaidir

Editor : Awy

No Responses

Leave a Reply