Ada yang Sengaja Ributkan Rastra

Ada yang Sengaja Ributkan Rastra
Ilustrasi

RadarMakassar.com – Camat Sangkarrang, Firnandar Sabara menyesalkan adanya riak-riak dari warga Kelurahan Koddingareng yang menyebutkan bantuan Beras Pra-sejahtera (Rastra) tidak terbagi. Padahal, sebenarnya peran RT/RW harus membagi cuma warga tidak sabar.

“Beras sebenarnya belum datang semua. Kenapa ada keluhan, namanya warga pulau harus mau. Besok (hari ini) saya ke pulau untuk mengkonfirmasi. Karena bantuan Rastra yang pertama tidak ada persoalan. Saya heran pada pembagian kedua. Ternyata ada oknum tertentu ingin meributkan masalah ini,”kata Firnandar kepada Radar Makassar, kemarin.

Ia berharap warga harus mengikuti mekanisme pembagian. Lantaran kemarin Lurah Koddingareng kesulitan menghadapi warga yang membludak. Sementara ketua RT RW tidak berada di pulau Koddingareng, karena hari libur. “Intinya pembagian nanti bakal digilir supaya tidak ada kericuhan. Tidak ada ji persoalan lagi. Jadi suasana pulau sudah aman,”pungkasnya.

Menurutnya, di pulau lain (Rastra) tidak ada masalah, semua mekanisme sudah disepakati dengan didampingi para ketua RT/RW. “Harusnya pihak mendistribusikan beras Rastra berkoordinasi terlebih dahulu supaya program ini berjalan di Pulau Koddingareng,” ujarnya.

Lurah Koddingareng, Ruslan Jufri yang dikonfirmasi mengaku sejak awal ia enggan membagikan Rastra ini. Pasalnya pengiriman Rastra dilakukan tanpa pemberitahuan yang jelas, ditambah lagi tidak adanya salinan berita acara yang diberikan pengirim. “Datang begitu saja, nda tahu siapa tanda tangani berita acara, saya hanya dapat fotonya dan di situ tertulis jumlah rastra ada 4290 kg beras dan 858 kg gula pasir,”jelasnya.

Menurutnya, Rastra yang tiba di dermaga kemudian diangkut ke kantor kelurahan. “Saya pikir bantuan itu tidak mencukupi data PKH. Makanya saya berinisiatif agar semua beras itu dibagikan oleh RT/RW setempat saja,”terangnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, Mukhtar Tahir membantah jika jatah Rastra bagi masyarakat yang terdaftar di Pulau Kodingareng disunat. Rastra yang merupakan bantuan non-tunai dari pemerintah pusat bukan untuk dibagi-bagikan melainkan diperuntukan pada masyarakat yang sudah didata. “Tidak benar jika jatah Rastra di Pulau Kodingareng disunat. Rastra yang disalurkan bukan untuk dibagi-bagi. Yang mendapatkan jatah dari pusat adalah yang sudah terdata,” kata Mukhtar Tahir.

Sesuai dengan rapat koordinasi yang dilaksanakan kemarin menunjukan jika Rastra yang disalurkan tidak kekurangan, karena memang Rastra yang disalurkan bukan untuk dibagi-bagi. Selain itu, Dinsos hanya sebagai fasilitator program tersebut, data yang diterima Dinsos soal jumlah penerima manfaat berasal dari kelurahan dan kecamatan.
Koordinator PKH di Kecamatan Sangkarrang, Andi Matulolo N Yuda mengungkapkan, jika kericuhan yang terjadi saat pembagian Rastra di Pulau Kodingareng disebabkan kesalahpahaman warga, bukan karena jatah Rastra yang disunat. “Di pulau itu memiliki paham semua sama rata, tidak ada miskin kaya, jadi kalau ada bantuan dibagi rata. Tapi saya sudah memberikan pemahaman kalau Rastra ini berbeda, bukan seperti halnya Raskin,” kata Yuda.

Kesemerawutan bermula pada saat masjid setempat mengumkan pada warga untuk berkumpul di kantor Lurah Kodingareng untuk menerima bantuan, padahal paket yang ada hanya diperuntukan pada 195 KK peserta Program Keluarga Harapan (PKH) PKH dan 234 KK penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNP). 1 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima 4 karung beras seberat 5 kilogram dan 4 paket gula ukuran 1 kilogram.

Ia mengatakan, panyaluran bantuan di Barang Caddi sudah dilaksanakan sejak Rabu pekan lalu sedangkan Barrang Lompo pada Sabtu pekan lalu. “Untuk Pulau Kodingareng agak terlambat, malam Kamis 55 paket tiba, sisanya lanjut esok besoknya. Penyaluran kita tunda beberapa hari karena pendamping untuk di Kodingareng tengah berduka,” ujar dia.

Tak hanya itu, dirinya juga mengeluhkan Bulog yang tidak berkoordinasi ke pemerintah sempat saat mendrop Rastra di dermaga kepulauan. Pasalya, ia baru mengetahui ada paket Rastra tiba di Kodingareng dari warga yang melihat tumpukan beras di dermaga. “Warga yang tanyaka kalau ada beras di dermaga. Saya tanya BRI, ternyata itu Rastra. Bulog tidak koordinasi dengan kita dan BRI,” ujarnya.

Setelah rapat koordinasi bersama Dinas Sosial dan unit BRI, BRI menyebutkan jika masih ada 300 paket BPNP yang akan menyusul di Kodingareng. “Saya juga baru tahu tadi (kemarin) masih ada 300 paket lagi untuk Kodingareng,” ungkapnya.

Penulis : Rikzan- Fadli

Editor : Awy

 

 

No Responses

Leave a Reply