Soal Penembakan Mahasiswa, Kabid Humas Diminta Mencabut Pernyataannya

Soal Penembakan Mahasiswa, Kabid Humas Diminta Mencabut Pernyataannya
Dicky Sondani

RadarMakassar.com – Penembakan yang dilakukan oleh oknum anggota Patmor Polda Sulsel terhadap Arialdi Kamal, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa (Unibos), yang merupakan warga Kabupaten Maros pada umat (6/10) dini hari lalu, berbuntut panjang. Senin (9/10) siang, puluhan mahasiswa dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros mendatangi Mako Polda Sulsel, mendesak Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani untuk mencabut pernyataannya di media yang menyebut bahwa Arialdi Kamal sebagai salah satu komplotan geng motor.

HPPMI Maros juga menuntut Propam Polda Sulsel untuk menyusut tindakan kasus premanisme yang dilakukan oleh oknum anggota Patmor Polda Sulsel tersebut.
“Kami mendesak oknum kepolisian agar segera minta maaf dan bertanggung jawab atas tindakan premanisme yang dilakukan terhadap rekan kami,” ujar Abd Alim, jendral lapangan aksi tersebut.

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Triatmojo, yang menemui para pengunjuk rasa, akhirnya meralat penyataan Kabid Humas Polda Sulsel tersebut. Ia juga menjelaskan kronologis kejadian tersebut berdasarkan keterangan dari hasil pemeriksaan sementara para personel yang bertugas saat itu.

“Pernyataan yang menyatakan dia (Arialdy Kamal) begal adalah salah. Yang benar, pada saat itu anggota disana sedang mengamankan balapan liar. Pada saat itu, ada tiga lokasi yang menjadi titik balapan liar. Yakni di depan UMI (pasca sarjana) di Jalan Urip Sumohardjo, Jalan Veteran dan Jalan Pettarani. Saat dibubarkan di depan UMI oleh polisi, para anggota geng motor sempat melawan. Bahkan ada busur yang diarahkan ke Polisi. Sehingga Polisi diberikan tembakan peringatan, dan saat itu para pembalap liar lari ke berbagai tempat,” terangnya.

Meski begitu, Triatmojo mengatakan bahwa penembakan yang melukai Arialdi tersebut sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Ironisnya, ia masih enggan menjelaskan apa motif penembakan yang dilakukan oleh oknum anggota Patmor Polda Sulsel tersebut.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, saat kejadian penembakan, memang ada balapan liar. Yakni sekitar pukul 03.00 Wita. Saat itu, kata dia, para pelaku balap liar bertindak provokatif, sehingga harus dibubarkan dengan paksa. “Sialnya saja, karena (korban) kebetulan lewat saat itu. Jika lewat jam 05.00 Wita, mungkin yang tidak kena,” kata Dicky.

Atas peristiwa tersebut, Dicky mengatakan, Polda Sulsel meminta maaf. “Anggota yang diduga melakukan penembakan akan diproses. Kenapa bisa kena orang, Polda Sulsel minta maaflah,” ujarnya. Dicky juga mengaku tidak pernah mengatakan jika korban yang ditembak adalah anggota begal.

Penulis : Muh Chaidir

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply