Ribut-ribut Soal Usungan di Pilgub, Ini Kata Ketua DPD Satria Sulsel

Ribut-ribut Soal Usungan di Pilgub, Ini Kata Ketua DPD Satria Sulsel

RadarMakassar.com – Faisal Mamma, Ketua DPD Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Sulsel, yang merupakan organisasi sayap Partai Gerindra meminta seluruh pengurus, kader dan simpatisan Partai Gerindra Sulsel untuk tidak mengeluarkan statement yang tidak sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Hal ini disampaikannya menyikapi pernyataan Ketua DPD Parta Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani (IMB) yang memastikan bahwa Partai Gerindra akan mengusung pasangan Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (NA-SS) pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Namun ternyata, setelah dikonfirmasi, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Pouyono dengan tegas membantah hal tersebut.

“Jangan lah dulu kita mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan kapasitas kita. Nanti jadinya hanya mempermalukan diri sendiri dan menjadi polemik. Kenapa kalau ada bahasa yang aneh-aneh dari partai selalu saya bantah, itu karena apa yang disampaikan tidak sesuai dengan aturan partai. Saya bicara seperti ini karena saya kader Gerindra, dan saya punya KTA Gerindra. Saya tidak mau Partai Gerindra menurun akibat perbuatan orang-orang yang asal bicara,” kata Faisal, Rabu (11/10/2017).

Sesuai dengan aturan Partai Gerindra, lanjut Faisal, penentuan siapa yang akan diusung di Pilgub, itu merupakan kewenangan DPP.

“Tidak bisa dan tidak boleh kita melangkahi kewenangan DPP. Saya kader Gerindra, saya punya KTA, saya tahu dan paham bahwa Partai Gerindra ini jelas garis komandonya. Nanti kalau sudah fix dari DPP, baru kita jalankan di daerah sesuai dengan keputusan Ketua DPP,” ujarnya.

Faisal juga menegaskan bahwa di Partai Gerindra, Ketua Umum DPP merupakan pimpinan tertinggi yang kewenangan dan keputusan harus dihormati.

“Kan pak Arief (Wakil Ketua Umum DPP Gerindra) juga sudah jelas mengatakan bahwa setelah Rakornas baru akan dibicarakan masalah siapa yang akan diusung. Kita sabar saja lah. Kita tunggu apa keputusan dari DPP, itulah yang kita jalankan. Kalau misalnya kita mau menantang, ya mundur. Itu konsekuensinya,” tegasnya.

Lagipula menurut Faisal, sesuai dengan apa yang disampaikan Waketum DPP Gerindra, jika ada kader yang berpotensi untuk maju, maka akan lebih baik jika itu yang diusung.

“Seperti yang disampaikan pak Arief, kalau ada kader yang berpotensi untuk maju, ya kita harus dukung. Kalau memang sudah tidak ada kader yang berpotensi, baru kita ambil orang luar,” ucapnya.

Faisal juga menyesalkan adanya Oknum Internal Gerindra yang menyebut dirinya sebagai Caleg yang gagal. Pasalnya, kata dia, meskipun ia tidak terpilih, namun jumlah 11 kursi Partai Gerindra di DPRD Sulsel juga tidaknterlepas dari sumbangsih suara konstituen yang memilihnya saat Pileg lalu.

“Kalaupun ada Oknun internal Gerindra yang mengatakan saya caleg gagal, itu berarti Oknum tersebut tidak paham dan mengikuti proses dari awal perjuangan saya membesarkan Gerindra dari awal. Kalau tidak ada sumbangan dari suara saya, Gerindra tidak punya 11 kursi di DPRD. Karena itukan juga bagian dari sumbangan suara dari pemilih saya. Itu bentuk pengorbanan saya, mulai dari materi, waktu, dan semuanya hingga bisa mendapat dukungan suara,” tutupnya (**)

 

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply