Kabid Propam Akui Ada Kesalahan Prosedur Dalam Penembakan Mahasiswa Unibos

Kabid Propam Akui Ada Kesalahan Prosedur Dalam Penembakan Mahasiswa Unibos

RadarMakassar.com – Meski membenarkan jika dalam kasus penembakan terhadap Arialdi Kamal, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa ’45 Makassar pada Jumat (6/10/2017) dini hari lalu terjadi kesalahan prosedur yang dilakukan oleh oknum anggota Dit Sabhara Polda Sulsel yang bertugas di lokasi, namun Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Tri Atmojo mengaku, berdasarkan hasil keterangan pemeriksaan, tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam kasus penembakan tersebut.

“Ada kesalahan prosedur yang dilakukan anggota saat itu. Tapi untuk unsur kesengajaan, kita tidak temukan. Apalagi, sampai saat ini kita belum tahu siapa oknum yang tembakannya mengenai Arialdi. Sehingga masih akan tetap dilakukan pemeriksaan,” kata Tri, Jumat (13/10/2017).

Pasalnya, sesuai keterangan pemeriksaan, saat kejadian tidak hanya satu orang personel Dit Sabhara Polda Sulsel yang melepaskan tembakan peluru karet. Selain itu, tembakan yang dikeluarkan oleh sejumlah personel tersebut juga memang dilepaskan dengan tujuan untuk membubarkan balapan liar. Hal ini kemudian menjadi dasar temuan tidak adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa penembakan yang mengakibatkan luka tembak pada bahu kiri Arialdi tersebut.

Tri juga mengaku bahwa pihaknya kesulitan mencari siapa oknum personel yang pelurunya mengenai punggung kiri Arialdi.

“Makanya masih terus kita dalami. Apalagi, saya belum tahu siapa oknumnya. Kita masih cari tahu dulu, karena mereka mengatakan semua rata-rata waktu malam itu menembak (peluru karet),” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Makassar (LBH), Haswandy Andimas meminta agar kasus ini tidak buru-buru disimpulkan sebelum benar-benar ditemukan fakta sesungguhnya.

Pasalnya menurut dia, oknum yang melakukan penembakan harusnya bisa dicari tahu berdasarkan waktu dan jarak tembakan. Olehnya itu, ia meminta agar kasus ini dilimpahkan ke Reskrim, untuk mempermudah mencari oknum yang diduga melakukan penembakan.

“Ini bukan tugas Propam, tapi Reskrim. Karena sudah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan. Kalau untuk membuktikan senjata siapa yang digunakan menembak, itu ada di pihak Reskrim. Makanya kasus ini kita minta dilimpahkan ke Reskrim saja,” pungkasnya.

 

Penulis : Muh. Chaidir

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply