Syahrul Bakal Sisakan Utang Rp160 Miliar

Syahrul Bakal Sisakan Utang Rp160 Miliar
Abdul Latief

RadarMakassar.com – Utang pokok Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan di Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang dikeluarkan 2013 lalu dipastikan belum lunas saat jabatan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berakhir. Syahrul sendiri akan turun tahta menjadi Gubernur pada bulan April mendatang. Sementara utang Pemprov masih tersisa Rp160 miliar.

Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Latief mengatakan, utang Pemprov dipastikan masih ada saat jabatan Syahrul selesai. “Masih ada yang dibayar setelah masa jabatan pak Gubernur (Syahrul) selesai. Tapi saya kira itu tidak ada persoalan, dari tahun 2015 kita membayar sampai hari ini lancar,” kata Abdul Latief, kemarin.
Ia mengatakan, utang [emprov untuk pembayaran bulan depan juga sudah dianggarkan di APBD Perubahan. “Kita usahakan untuk pembayaran November dan sudah dipersiapkan untuk pembayaran APBD Perubahan 2018,” tambahnya.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel, Andi Arwin Azis mengatakan, pembayaran utang tersebut terus berjalan. Pembayaran utang tersebut sudah dialokasikan dalam APBD dan akan diselesaikan sampai tahun depan. Sisa utang yang tercatat masih Rp160 miliar.

Arwien mengatakan, pembayaran utang Pemprov Sulsel di PIP hingga saat sudah tidak ada masalah. Tinggal tahap pelunasan utang yang tersisa dan melanjutkan pembangunan yang ada saat ini berjalan. “Pembayaran pokok utang tersisa 3 triwulan lagi, pembayaran terakhir di tahun 2017 pada bulan November dan lanjut di bulan Februari dan Mei 2018,” kata Arwin.

Begitu pun pembayaran bunganya. Kata Arwin, tersisa tiga triwulan dan pembayaran terakhir di bulan Desember 2017, selanjutnya pembayaran dilakukan pada bulan Maret dan Juni di tahun depan.

“Pembayaran terakhir di bulan Agustus 2018 dan tersisa 3 triwulan lagi untuk pembayaran pokok utang. Jumlah yang dibayarkan untuk pokok utang Rp34 miliar per triwulan jadi tersisa totalnya menjadi Rp106 miliar,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika Pemprov membayar Rp34 miliar di bulan November, maka sisa utang pokok Pemprov yang harus dilunasi hingga bulan Agustus 2018 tersisa Rp68 miliar. “Jadi pembayaran utang pokok dilakukan tiap triwulan. Bunganya juga dibayar tiap triwulan,” tandasnya.

Lanjut Arwin, saat penandatanganan kontrak, pemprov membayar fee pinjaman Rp7,5 miliar. Kemudian mulai Desember 2013 hingga Juni lalu pihaknya sudah melunasi bunga pinjaman. Sementara untuk utang pokok, sejak Februari 2015, pemprov sudah melakukan pembayaran sebanyak 10 kali. Total pinjaman pokok yang sudah dibayarkan mencapai Rp340 miliar.

Penandatanganan perjanjian dilakukan pada akhir Desember 2012. PIP yang kini bernama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) memberikan pinjaman total Rp500 miliar. Pinjaman tersebut berjangka waktu hingga 5 tahun dengan bunga pinjaman 7,75 persen. Dari paparan studi kelayakan saat itu, pinjaman tersebut akan digunakan untuk menggenjot infrastruktur pembangunan 10 ruas jalan dan satu jembatan.

Penulis : Clara

Editor : Awy

No Responses

Leave a Reply