Dinas Koperasi & UKM Tuntaskan Janji Politik SAYANG 2 di Tahun Keempat

Dinas Koperasi & UKM Tuntaskan Janji Politik SAYANG 2 di Tahun Keempat
RadarMakassar.com – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel tahun ini menggenjot program penciptaan wirausaha baru di seluruh daerah di Provinsi Sulsel.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel, Abd Malik Faisal menjelaskan, penciptaan wirausaha baru memang merupakan salah satu program yang akan terus didengungkan gaungnya. Khususnya dalam gerakan seribu kebaikan atau
G1000G menyambut HUT Sulsel ke-348, sekaligus merupakan bagian dari program penciptaan 100 wirausaha baru per desa/lurah pada periode kedua kepemimpinan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang (SAYANG). Dengan target 100 wirausaha baru per desa itu, maka target penciptaan wirausaha baru selama periode 2013-2018 mencapai 302.500 orang, dengan asumsi 3.025 desa dan kelurahan.
“Data sementara yang ada, total wirausaha baru hampir 300 ribu. Terdiri atas 138 ribu melalui APBD provinsi dan pemberdayaan diluar APBD provinsi sekitar 160 ribu wirausaha baru. Artinya, tahun keempat ini, janji politik itu sudah terealisasi. Tahun 2018 merupakan tahun kelima, kita sudah masuk over atau kelebihan program wirausaha baru itu,” ungkap Malik Faisal.
Malik menjelaskan, untuk tahun ini, total anggaran yang disiapkan untuk mendukung program ini mencapai Rp12 miliar. Anggaran tersebut akan disalurkan sebagai modal awal bagi para wirausahawan baru yang dinilai memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan modal awal.
“Memang tahun ini kami programkan dalam APBD untuk menciptakan wirausaha baru, melalui pelatihan sebanyak 3.142 kelompok (20 orang per kelompok). Ini nanti akan menghasilkan 62.840 wirausaha baru. Jumlah itu terdiri atas 65 angkatan. Dari total 3.142 kelompok itu, nantinya akan di saring melalui seleksi hingga didapatkan 1.200 kelompok, atau 24 ribu orang wirausaha baru yang berprestasi, dan  akan diberikan penghargaan dalam bentuk modal awal sebesar Rp10 juta per kelompok dalam bentuk hibah. Total yang kami siapkan dari dana APBD sebesar Rp12 miliar,” terangnya.
Lebih jauh, Malik Faisal mengaku, selain mendorong dari APBD provinsi, optimalisasi pencapaian target program tersebut juga dilakukan melalui program non APBD provinsi. (**)
Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply