Kasus Buloa, Jangan Lagi Bawa-bawa Nama Danny

Kasus Buloa, Jangan Lagi Bawa-bawa Nama Danny
Danny Pomanto

RadarMakassar.com – Praktisi Hukum Ansar Makkuasa mengkritisi pemanggilan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto dalam sidang kasus sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, di mana Danny dipanggil hanya hendak menggali keterangan terkait mandat alias disposisi kepada bawahannya, Ibrahim Saleh yang saat itu menjabat sekertaris daerah. Sebab menurutnya, hal ini syarat dengan agenda lain yang hanya mau mendudukkan Danny di pengadilan agar seolah-olah dianggap publik punya keterlibatan dalam kasus ini.

Secara prosedural, kata Ansar, masalah disposisi ini seharusnya sudah selesai dilakukan di meja penyidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. “Seharusnya pak wali tidak usah hadir, tapi kita patut mengapresiasi dia (Danny) tetap hadir,”kata Ansar di Makassar, kemarin.

Menurutnya, dalam kasus ini jika dikaji keterangan wali kota secara prosedural, disposisi merupakan mandat secara umum sehingga yang bertanggung jawab dalam terjadinya tindak pidana memang bukan dirinya (Danny). “Ini saya pikir memang ada agenda dan tendensi, apalagi ini momen politik, tapi kita pinggirkan itu yang jelas dengan keterangannya di persidangan, sudah terang dan nama Pak Danny tidak boleh dibawa-bawa lagi,”tandasnya.

Pada persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irmawati harus gigit jari usai mendengarkan keterangan kesaksian Danny perihal tudingan jaksa yang menduga ada mandat langsung Danny kepada terdakwa Asisten I Bidang Pemerintahan, Muhammad Sabri, terkait kerjanya yang memfasilitasi sewa lahan negara pada akses jalan masuk proyek nasional Makassar New Port (MNP) di Kelurahan Buloa, Kecamatan tallo.

JPU yang sebelumnya mendesak agar Danny dihadirkan untuk memberi kesaksian mengaku akan memanggil sekda guna menyesuaikan keterangan terdakwa Sabri yang mengaku menjadi fasilitator atas dasar disposisi.

Irmawati mengatakan, pihaknya menghadirkan Danny Pomanto agar mendengar langsung keterangannya perihal pemberian mandat dalam bentuk disposisi. Sayangnya JPU harus menelan pil pahit, mengingat faktanya Danny memberi disposisi kepada sekda. Irmawati mengaku, dengan keterangan tersebut, Danny sudah menggambarkan bahwa sebagai wali kota dirinya memberi disposisi pada sekda sehingga ke depan jaksa akan meminta kehadiran Ibrahim Saleh.

“Wali kota sudah jelaskan soal disposisi. Wali kota meminta agar menindaklanjuti permintaan PT Pelindo IV untuk melakukan upaya untuk memperlancar akses jalan menuju proyek nasional,”kata Irmawati.

Sebenarnya Irmawati mengaku disposisi memang tidak disita oleh penyidik sebagai alat bukti, sehingga membutuhkan keterangan wali kota secara langsung. Namun telah diterangkan dengan jelas bahwa Danny tidak mengetahui jika ada masalah penyewaan lahan dan mengaku tidak mendapatkan laporan. Sehingga selanjutnya ia akan menghadirkan Ibrahim Saleh untuk kemudian menghadirkan Soedirjo Aliman alias Jentang.

Diketahui, dalam sidang ini, Danny mengatakan jika disposisi tersebut dikeluarkan lantaran permintaan PT Pelindo IV terkait akses lahan masuk ke proyek Makassar New Port. Karena proyek ini merupakan proyek nasional dan isi disposisi tersebut berisi perintah secara normatif. ”Isinya secara prosedural normatif, saya mendisposisi dengan meminta agar menindaklanjuti permintaan PT Pelindo IV, isinya saya bilang tindak lanjuti sesuai prosedur dan aturan yang ada,”kata Danny di depan Majelis Hakim.

Ia pun membantah jika pertemuan kala itu bersama PT Pelindo dan PT PP membahas soal pembebasan lahan. Pertemuan tersebut, hanya membahas rencana tata ruang, khususnya terkait proyek nasional Makassar New Port, karena proyek ini akan segera digroundbeaking. Danny sebagai Wali Kota Makassar mengaku disposisi tersebut merupakan tanggung jawabnya untuk melancarkan proyek nasional ini. Sehingga disposisi dan beberapa pertemuan sangat wajar dilakukan ketika memang itu untuk kelancaran proyek. ”Intinya disposisi ini niatannya untuk memenuhi permintaan PT Pelindo agar melakukan groundbreaking agar bisa tepat waktu,”pungkasnya.

Penulis : Muh Chaidir

Editor : Awy

No Responses

Leave a Reply