Wacana Poros Baru Menguat Jelang Pilgub Sulsel

Wacana Poros Baru Menguat Jelang Pilgub Sulsel

RadarMakassar.com – Konstelasi politik yang masih dinamis jelang Pilgub Sulsel 2018 mendatang, diprediksi akan memunculkan poros baru, yakni koalisi Partai Demokrat dan Hanura. Pasalnya, Partai Gerindra sudah bisa dipastikan akan mengusung pasangan Nurdin Abdullah (NA) – Andi Sudirman Sulaiman (ASS), dan berkoalisi dengan PDIP.

Pakar politik dari Universitas Hasanuddin Makassar, Andi Ali Armunanto mengatakan, kemungkinan terbentuknya poros baru tersebut sangat besar. Mengingat, jika jumlah kursi yang dimiliki Demokrat (11 kursi) dan Hanura (6 kursi) digabung, maka jumlahnya sudah cukup untuk bisa mengusung calon sendiri. Terlebih, masih ada calon-calon potensial yang belum punya partai atau belum terakomodasi. Seperti Agus-Aliyah dan IYL-Cakka

“Saya pikir itu hal yang sangat wajar dan masuk akal kalau muncul poros baru. Dan ini bisa menunjukkan bukti bahwa parpol-parpol di Sulsel ini tidak hanya dikuasai oleh satu atau dua calon yang kemudian menutup calon lain yang ingin maju. Lagi pula, platform Partai Demokrat dan Hanura ini juga kelihatan tidak terlalu jauh perbedaannya. Untuk tujuan kepentingan politik guna mencalonkan salah satu pasangan calon, inisangat memungkinkan,” kata Andi Ali, Jumat (20/10/2017).

Andi Ali juga menilai, Partai Demokrat dan Hanura juga memiliki infrastruktur partai yang cukup kuat dan siap untuk memenangkan calon manapun.

“Kalau kita lihat kondisi saat ini, sia-sia juga kalau Demokrat dan Hanura sekarang ini mau berpikir pragmatis, dengan mendukung calon yang sudah memiliki partai yang cukup. Karena saya lihat, calon-calon yang ada saat ini hampir semuanya punya kekuatan yang berimbang. Tinggal bagaimana strateginya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, jika benar-benar terbentuk, dan proses pencalonan figur yang akan diusung dilakukan secara terbuka ke masyarakat, maka poros ini bisa memunculkan stigma positif dari politik transaksional yang sekarang ini dipertontonkan ke masyarakat, dengan mebuktikan bahwa bukan hanya calon yang punya uang yang bisa mendapatkan partai.

“Poros ini juga akan memberikan pembelajaran ke masyarakat, bahwa proses politik itu tidak selalu butuh mahar dan cosh politik yang besar. Akan tetapi, yang terpenting itu adalah komitmen untuk memilih pemimpin yang baik untuk rakyat. Ini juga bisa jadi komoditas politik buat poros baru ini untuk mengambil simpati masyaraklat sebagai modal memenangkan Pilgub Sulsel 2018 mendatang,” ungkapnya.

Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Alaluddin Makassar, Firdaus Muhammad juga mengungkapkan hal serupa.

“Demokrat dan Hanura sangat mungkin untuk membuat poros baru, karena jumlah kursinya genap 17 kursi. Tinggal bagaimana kesepakatan antara keduanya soal kandidat yang diusung,” kata Firdaus. (**)

 

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply