Polda Diminta Berhenti Pencitraan

Polda Diminta Berhenti Pencitraan
Abdul Muthalib. Foto : ist

RadarMakassar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel mengaku telah menangani 50 kasus korupsi secara keseluruhan, termasuk kasus yang ditangani di jajaran Polres selama kurun waktu 2017. Meski demikian, Kabid Humas Polda, Kombes Pol Dicky Sondani tidak menampik masih ada 13 kasus yang belum tuntas.

Dicky mengaku, dari 50 kasus yang ditangani tersebut pihaknya setidaknya telah menyelesaikan sejumlah kasus dan telah rampung hingga tahap p-21. dimana menurutnya sudah ada sekitar 37 kasus yang sudah P-21, sementara sisanya sejumlah 13 kasus masih dalam tahapan perampungan. “Memang masih ada 13 kasus yang belum rampung dan masih tertumpuk dimeja penyidik, tapi setidaknya 37 kasus sudah dirampungkan hingga tahap P-21,” ujar Dicky di Makassar, kemarin.

Dicky menyebut, dari sejumlah penanganan ini sudah ada 41 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dimana ia juga mengklaim telah menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 5,4 miliar dari total kerugian negara sebesar Rp 15 miliar dari semua kasus yang ditanganinya.

Dicky juga enggan mengungkap secara detil kasus kasus apa saja yang belum rampung tersebut, ia hanya menyebut salah satunya, yakni kasus korupsi Madrasah Aliyah Negeri yang saat ini masih menunggu hasil audit BPKP. “Saya tidak tahu 13 ini apa-apa saja, tapi yah salah satunya Kasus MAN IC dari Kementerian Agama, itu yang saat ini masih kita proses terus,”katanya.

Terpisah, Kepala Badan Pekerja Anti Corruption Commitee (ACC), Abd Muthalib angkat bicara dan menilai data yang disajikan polda terlalu abstrak, terlebih menurutnya dalam catatan ACC-Sulawesi, kasus-kasus yang ditangani Polda melebihi dari data yang dirilis kepolisian.

“Terlalu sedikit kalau 13 (kasus), ada banyak kasus kalau teman-teman mau lihat. Ok-lah kalau misalnya kasus itu kasus 2017, artinya memang sengaja dikerucutkan ke tahun 2017, tapi di tahun-tahun sebelumnya bagaimana? Apa itu tidak dihitung? “kata Muthlib.

Selain itu, dari segi kerugian negara, Polda juga mendapatkan presentasi kecil, dari Rp 15 miliar secara keseluruhan yang diselamatkan hanya Rp5 miliar, artinya tidak lebih dari 30% dari kerugian negara.

“Ini bukan prestasi yah menurut saya, terlebih polda kerap belum cukup transparan dalam setiap kasus korupsi yang ditanganinya, sehingga ia meminta polda berhenti mencitrakan diri berhasil menangani kasus korupsi sebelum kasus kasus tersebut tuntas,”tandasnya.

Diketahui, sejumlah kasus berdasarkan penelusuran Radar Makassar di tahun 2017 yang ditangani Polda Sulsel diantaranya kasus Madrasah Aliyah Negeri Kementerian Agama, kasus korupsi pemasangan pipa PVC fiktif Dirjen Cipta Karya di 10 kabupaten kota, kasus pipa fiktif Palopo, kasus kandang ayam Palopo, kasus dana hibah Masjid Agung Palopo, kasus Bimtek Enrekang dan kasus RS Enrekang. Sementara beberapa kasus lama yang sampai hari ini mandek diantaranya Bandara Mangkendek, dugaan korupsi CPI dan masih banyak kasus lainnya.

Penulis : Muh Chaidir

Editor : Awy

No Responses

Leave a Reply