Tidak Solid, Kader Golkar Dukung Appi

Tidak Solid, Kader Golkar Dukung Appi
Ilustrasi

RadarMakassar.com – Usungan Partai Golkar di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar kepada Munafri Arifuddin (Appi), belakangan tidak mendapat dukungan penuh dari seluruh kader Golkar Makassar.  Meskipun saat ini Appi dikabarkan telah menjadi kader Golkar, Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Abdul Wahab Tahir pernah menegaskan dan mengancam mundur dari partai jika Golkar tetap mengusung non kader, namun setelah resmi menggunakan jas kuning, Wahab akhirnya tak lagi ngotot.

Meski demikian, Wahab kembali berulah dan mengajukan syarat kepada DPP agar calon yang diusungnya bisa mempertimbangkan kader eksternal beringin untuk dipinang sebagai pendamping (Appi) di Pilwalkot. “Menurut penjelasan Pak Nurdin Halid (NH) Munafri adalah kader Golkar, tapi saat ini kita berharap Appi memilih wakilnya dari kader Golkar. Kita berharap Golkar mempertimbangkan usulan kami ini,”ujar Wahab, baru-baru ini.

Ditanya lebih lanjut terkait peluang kader Golkar dipinang oleh Appi, Wahab sendiri mengajukan nama Ketua DPRD Makassar sekaligus ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta (Aru) untuk mendampinginya.

Sementara legislator DPRD Makassar asal Fraksi Golkar, Andi Nurman mengatakan, sudah seharusnya seluruh kader di beringin menerima dan patuh terhadap keputusan partai terkait usungan calon di Pilwalkot. Ketua Baleg itu menegaskan, sudah bukan saatnya meributkan usungan Golkar berasal dari kader eksternal atau bukan, sebab Appi sendiri sudah melalui mekanisme penjaringan yang dilakukan Golkar.

“Mengapa tidak dari awal mempermasalahkan kalau usungan Golkar harus dari kader. Saya kira ini sudah tuntas. Seluruh kader harus mendukung usungan partai,”katanya.
Menurutnya, partai tidak boleh memaksakan untuk mengusung kader, padahal secara hitungan politik kecil peluang memenangkan pertarungan. “Kita juga tidak bisa serta merta mengusung kader, kalau tahu akan kalah ngapain (diusung),”tandasnya.

Sebelumnya, loyalis Aru Isman S Utomo memprotes keputusan NH yang mengusung Appi pada Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. “Sekarang kami pertanyakan rekomendasi ke Appi, kami meminta secara transparan, apakah hasil surveinya memang yang paling terbaik atau tertinggi dari calon lain supaya kita tahu persentasenya,” berang Isman.
Diketahui, nama Munafri atau Appi memang tak termasuk dalam penjaringan calon wali kota yang dilakukan oleh Golkar Makassar. Appi akhirnya bisa mengikuti rangkaian penjaringan di Golkar Sulsel, setelah mendapat hak diskresi yang dikeluarkan oleh Ketua Harian DPP Golkar.

Yang membuat dirinya kesal, yakni keputusan NH yang tidak melakukan dialog dengan pada fungsionaris Golkar Makassar, selaku penggerak pemenangan nantinya. Padahal, berdasarkan hasil Rakerda Golkar Makassar beberapa waktu lalu, kader se-Makassar solid mengusung Aru sebagai calon usungan Golkar. “Sesuai mekanisme, sebelum keluarkan putusan di Golkar, dibentuk tim dari Golkar baik di provinsi, daerah, hingga DPP. Penentuan kandidat juga harus transparan dengan melihat hasil survei,”ujarnya.

Selain Isman, protes juga dilayangkan Saharuddin Said. Ia kecewa atas keputusan NH yang tak memberi ruang kepada kader untuk ikut dalam kontestasi politik. Menurutnya, Golkar partai besar yang punya 8 kursi di DPRD Makassar dan terbanyak di antara parpol lainnya.  Selain kekecewaannya kepada NH, ia juga mengaku kecewa kepada Ketua Golkar Makassar, Aru. Sebab dinilai belum mampu menjadi partai kader yang memproduksi calon pemimpin hebat.

Penulis : Muh Chaidir

Editor : Awy

No Responses

Leave a Reply