Pengendalian Inflasi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Pengendalian Inflasi Kunci Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Ilustrasi

RadarMakassar.com – Dalam acara pelatihan wartawan daerah Bank Indonesia (BI) 2017, membahas tentang pengendalian inflasi daerah demi kesejahteraan masyarakat. Inflasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, apabila mampu dikendalikan dan daya beli masyarakat meningkat.

Sebanyak 43 KPw BI seluruh Indonesia mengirim wartawan dari daerahnya masing-masing, baik dari KPw provinsi dan kabupaten dengan total 580 peserta telah mendengarkan betapa pentingnya alasan dalam mengontrol inflasi. Dari 580 peserta, 20 diantaranya adalah peserta dari KPw Sulsel. KPw BI Sulsel tergolong kelas A yang memiliki kuota peserta sebesar 20 orang. Bersama dengan KPw BI kelas A lainnya seperti Sumut, Jatim, Sulsel, Jabar dan Jateng yang memiliki kuota yang sama.

Pada materi pertama, Pemimpin Redaksi Investor Daily, Primus Dorimulu mengatakan, jika inflasi adalah pusat dari perekonomian yang memegang kendali penuh. Dan, pada kesempatan kali ini, inflasi menjadi salah satu pembahasan yang sangat berpengaruh kepada masyarakat. “Inflasi jika mengalamai kenaikan melebihi target aka mampu merusak perekonomian. Mengapa karena inflasi adalah sendi-sendi atau titik vital dalam sistem perekonomian,”jelasnya.

Senada, Ekonom Fakultas Ekonomi Univesitas Indonesia mengatakan, inflasi mengambil kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kesejahteraan masyarakat tidak akan meningkat jika kenaikan harga tidak bisa dikontrol karena mempengaruhi pendapatan masyarakat yang berdampak pada daya beli masyarakat,” kata dia.
Upaya lain dalam pengendalian inflasi, lanjutnya, adalah dengan menjaga stabilitas daya beli masyarakat dengam menciptakan lapangan kerja yang mendukung pendapatan masyarakat. Dengan ini, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena mampu menjangkau kebutuhan pokok.

Sementara Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir menambahkan jika saat ini kenaikan inflasi pemicu besar penambahan deretan jumlah kemiskinan. “Untuk kontribusi komponen makanan sendiri, dengan naiknya harga dapat memicu garis kemiskinan sebesar 73,19%. Contohnya, kenaikan harga beras sebesar 10%, menambah orang miskin baru sebanyak 1,2 juta orang,” beber Iskandar.

Di pelatihan ini, Kepala Departemen Komunimasi BI, Agusman, berharap wartawan daerah dihadirkan untuk diedukasi dalam melihat isu-isu ekonomi yang ada. “Sebanyak 580 wartawan yang hadir disini, semoga mampu melihat isu ekonomi baik perekonomian sentral maupun di daerah masing-masing,” jelasnya.

Dari 580 wartawan daerah yang ikut, terdiri dari 56 TV, 120 Radio, 181 Media Cetak, 223 Media Online. Dan untuk di Sulsel sendiri wartawan yang dikirim sebanyak 20 orang dan salah satunya wartawan dari Radar Makassar.

Media Makassar lainnya yang ikut antara lain Bisnis Sulawesi, Harian Amanah, Rakyatku.com, Celebes TV, Fajar TV, Fajar FM, Tribun Timur, Koran Sindo, Smart FM, Rakyat Sulsel, Ujungpandang Ekspres, GoSulsel.com, Pedoman Rakyat, Kabar.news, Bisnis Indonesia, Antara News, MakassarTerkini.com, Go Cakrawala dan Harian Fajar. (*)

Penulis : Sri Wahyudi Astuti

No Responses

Leave a Reply