Lantik 378 Perwira Pelayaran Niaga PIP Makassar, Ini pesan Kepala BPSDM Perhubungan

Lantik 378 Perwira Pelayaran Niaga PIP Makassar, Ini pesan Kepala BPSDM Perhubungan

RadarMakassar.com – Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar diharapkan tak hanya mampu menghasilkan lulusan dalam jumlah yang besar. Akan tetapi, juga harus mampu membekali para lulusannya dalam mengatasi tantangan dan merebut pasar global.

Penerapan ketentuan dan kebijakan pemerintah serta penerapan konvensi internasional merupakan hal yang mutlak dan harus dilaksanakan. Hal itu sebagai jaminan bahwa mutu lulusan mampu memenuhi standar kualifikaai nasional dan internasional.

“Kualitas dan kuantitas harus proporsional. Sebab, keduanya akan berpengaruh terhadap kekuatan produktifitas transportasi beserta aspek lainnya. Termasuk keselamatan, keamanan, dan pencegahan pencemaran lingkungan laut,” kata Kepala BPSDM Perhubungan, Djoko Sasono, usai melantik 378 orang perwira pelayaran niaga PIP Makassar, dengan rincian 299 orang dari program Diklat Pelaut (DP) tingkat IV peningkatan, 47 orang program DP-III peningkatan, dan 32 orang dari DP-I peningkatan, di Hotel Clarion Makassar, Kamis (30/11/2017).

Untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, prima, profesional dan beretika, lanjut Djoko, diperlukan usaha dan kerja keras baik pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik serta dukungan berbagai pihak, khususnya dalam pengembangan keahlian dan keterampilan secara kontinyu.

PIP, kata dia, harus terus melakukan peningkatan dan pengembangan secara kontinyu, guna membekali para lulusannya sesuai dengan standar kompetensi.

“PIP kita persiapkan untuk menjadi sekolah pelaut yang paripurna. Tak hanya D3 dan S1, tapi ke depan, akan ada S2 dan S3 bagi pelaut. Kita berharap dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke depan, hal itu sudah bisa dilaksanakan di PIP Makassar. Terlebih dengan jumlah lulusan yang dihasilkan. Potensi itu sangat besar. Oleh sebab itu, semua harus dipersiapkan,” ujarnya.

Lebih jauh Djoko mengatakan, berbagai kajian di dunia transportasi menunjukkan bahwa peranan sektor transportasi, baik dalam lingkup nasional maupun internasional masih sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Sehingga peluang lapangan pekerjaan di sektor ini masih terbuka luas.

Tak hanya itu, Djoko juga memaparkan bahwa saat ini Kementrian perhubungan melalui BPSDM Perhubungan tengah menyiapkan sarana tempat pelaksanaan program Diklat Kepelautan, yaitu pengadaan kapal latih, untuk dimanfaatkan dalam peningkatan dan pengembangan program-program, dengan melibatkan dan bekerjasama dengan beberapa Pemprov dan perguruan tinggi.

“Saya minta PIP untuk senantiasa mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana diklat, guna menjamin mutu keterampilan dan kompetensi bagi lulusannya, dengan menampilkan kekuatan dan keunggulan yang dimiliki,” tukasnya.

Sementara, dalam laporan pendidikannya, Direktur PIP Makassar, Irwan menyampaikan bahwa PIP melakukan berbagai upaya, guna peningkatan kompetensi dan keterampilan melalui pengembangan budaya bahasa inggris dalam bentuk English Camp.

“Hal ini, merupakan salah satu wujud dalam membangun kepercayaan diri sekaligus sebagai bekal para pelaut dalam menghadapi kompetisi di era masyarakat ekonomi Asean,” terang Irwan.

Selain itu, lanjut Irwan, juga dilakukan pengujian kompetensi bekerjasama dengan pelaksana ujian keahlian pelaut di laboratorium dan simulator, sebagai wujud penerapan IMO Model Course 6.10 bagi instruktur.

Lebih jauh Mantan Kepala BP2IP Barombong itu
memaparkan, PIP juga menghadirkan program Diklat Pengembangan dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan dan SDM transportasi melalui kerjasama dengan perguruan tinggi, SMK pelayaran, termasuk studi banding dengan lembaga pendidikan berbasis boarding school.

“Kita juga tengah mempersiapkan pemanfaatan kapal latih PIP Makassar yang bernama Kapal Latih Sultan Hasanuddin, sebagai sarana dan prasarana yang dimiliki PIP Makassar,” ungkapnya. (**)

 

Editor : Opa

No Responses

Leave a Reply