Minimalisir Transportasi Ilegal, Antrian Angkutan Resmi Bandara Dijadikan Satu

Minimalisir Transportasi Ilegal, Antrian Angkutan Resmi Bandara Dijadikan Satu
Ketua Asosiasi Angkutan Resmi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Antho Batara

RadarMakassar.com – Dalam waktu dekat angkutan yang beroperasi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar akan ditertibkan. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Asosiasi Angkutan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Antho Batara, Selasa (28/11).

Menurut Antho, seluruh perwakilan dari pihak pengusaha angkutan bandara telah menggelar rapat bersama pihak otoritas bandara dan PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, yang dipimpin langsung oleh General Manajer PT AP I, Cecep Marga Sonjaya, di ruang rapat Kantor Cabang PT AP I, Jumat (24/11) lalu.

Dalam rapat tersebut, disepakati beberapa point yang akan dilaksanakan secara bersama-sama. Diantaranya, seluruh pihak akan bersama-sama untuk melakukan penertiban angkutan ilegal dan angkutan berbasis online yang beroperasi di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan nama perusahaan/operator angkutan bandara ditiadakan, dan dijadikan satu jalur antrian bersama.

“Jadi nantinya, pengambilan kupon operator angkutan resmi bandara akan dilakukan secara terintegrasi melalui alat touchscreen, dan akan diberlakukan urut kacang/antri bebek (sesuai nomor urut antrian masuk area pengendapan). Siapa yang duluan masuk di area pengendapan, maka akan duluan antri di basement. Urutan di basement akan dimaksimalkan sesuai kapasitas atau volume area jalur khusus angkutan resmi bandara. Penumpang yang ingin menggunakan jasa angkutan resmi bandara harus menggunakan unit angkutan sesuai urutan antrian kendaraan itu sendiri, dan penumpang tidak dibolehkan request operator atau unit angkutan tertentu. Kecuali siap menunggu hingga tiba giliran yang bersangkutan,” terang Antho.

Selain itu, lanjut Antho, dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa operasional penumpang yang akan menggunakan jasa angkutan resmi bandara harus melalui 5 tahapan. Mulai keluar dari pintu arrival (kedatangan), menuju ke area basement.

pengambilan karcis antrian angkutan resmi bandara melalui alat touchscreen, memasuki waiting room (ruang tunggu penumpang untuk menunggu antrian unit angkutan resmi bandara), hingga penumpang dipersilahkan naik ke unit angkutan resmi bandara sesuai antrian. Alur jalan yang berada di area basement, kata dia, juga akan dibagi menjadi tiga. Yaitu jalur pertama khusus angkutan resmi bandara, jalur kedua untuk alternatif, dan jalur ketiga untuk kelancaran lalu lintas (tidak ada kendaraan yang berhenti).

“Jadi nanti tidak akan ada lagi driver angkutan yang masuk sampai ke areal kedatangan. Semua driver akan antri dan berdiri disamping mobilnya masing-masing menunggu penumpang sesuai antrian. Ini sudah mulai disosialisasikan tiga hari terakhir,” ujarnya.

Menurut Antho, hal ini dilakukan untuk meniadakan atau paling tidak meminimalisir angkutan ilegal dan angkutan berbasis online yang biasanya standby di delapan titik areal bandara. Yakni di parkiran VIP, parkir valet, A&W Restaurants, area basement, area kedatangan, area keberangkatan, area Hotel Ibis, dan area air mancur.

“Kita manusiawi saja. Kalau benar-benar dihilangkan, itu sangat sulit. Kita hanya ingin ini diminimalisir. Minimal, penumpang yang datang sulit untuk menemukan keberadaan angkutan illegal di bandara. Untuk mewujudkan ini butuh kerjasama seluruh pihak. Baik itu driver angkutan bandara (resmi), maupun petugas keamanan di bandara. Semua harus tegas menjalankan kesepakatan ini,” ucapnya.

Owner PT Batara Marga itu juga meminta masyarakat pengguna jasa angkutan bandara untuk bisa memahami dan memberikan kesempatan kepada operator angkutan bandara untuk melakukan upaya tersebut, agar ketertiban dan kenyamanan di area bandara, khususnya dalam hal angkutan bisa tercapai sesuai harapan.

“Tentunya ini tidak akan sukses tanpa dukungan dan support dari masyarakat pengguna jasa itu sendiri, serta semua element masyarakat dan para stake holder. Himbauan kami untuk masyarakat pengguna jasa angkutan agar mengambil antrian pada alat antri sebelum tiba di ruang tunggu, sehingga tidak ada pemicu atau upaya rebutan penumpang. Karena mereka (para dirver, calo atau angkutan ilegal) tidak akan menawarkan jasa jika calon penggunanya sudah memegang karcis antrian,” imbuhnya.

Terpisah, Humas PT AP I, Turah Aji Ari yang dikonfirmasi terkait rencana penertiban angkutan bandara tersebut membenarkan jika pihaknya sudah menggelar rapat dengan seluruh perwakilan operator angkutan resmi yang beroperasi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Dari rapat tersebut, kata dia, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pembenahan layout di areal basement, dengan tujuan agar penumpang tidak terlalu lama menunggu angkutan. Selain itu, pihak PT AP I juga akan membuat standarisasi kualitas angkutan resmi bandara, yang meliputi kebersihan, keamanan dan kenyamanan pengguna jasa angkutan (penumpang).

“Kami memang sebenarnya sedang mencari dan mencoba formula yang paling tepat untuk menertibkan semua angkutan bandara, baik resmi maupun yang tidak resmi. Semua masukan dan saran kami terima dan coba kami terapkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena memang secara aturan, untuk dapat berusaha di bandara itu harus punya kerjasama dengan kami (PT AP), dan itu ada aturan yang harus dipenuhi. Itu dari kementerian. Selama itu semua sudah terpenuhi, kami prionsipnya oke-oke saja. Tapi ya kembali lagi ke kuota apakah bisa atau tidak,” kata Turah.  (**)

 

Editor : Opa

 

No Responses

Leave a Reply