Tim DIAmi Bakal Laporkan Mutmainnah ke Bawaslu Sulsel

Tim DIAmi Bakal Laporkan Mutmainnah ke Bawaslu Sulsel

RadarMakassar.com – Dinilai tak bekerja dengan baik, tim pasangan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) bakal melaporkan salah satu Komisioner Panwaslu Makassar, Mutmainnah ke Bawaslu Sulawesi Selatan. Sebab wanita tersebut dinilai telah mengambil kebijakan yang merugikan pihak DIAmi.

Satu kantong berkas tambahan dukungan berwarna merah yang sempat dibawa oleh tim DIAmi, ke KPU Makassar, tiba-tiba ditolak.

Koordinator low office (LO) DIAmi, Abdul Haris Awi begitu menjelaskan, sikap Mutmainnah yang dinilai telah menolak berkas dari Kecamatan Manggala secara sepihak. Karena Mutmainnah tidak melibatkan KPU dan pihak DIAmi, sebelum mengambil kebijakan.

“Sebenarnya harus duduk bersama. Lantaran kantong merah yang terakhir masuk ini bisa diterima, atau tidak. Namun kenyataannya hingga selesai, kita miliki justru, kan tidak ada kesepakatan,”tegasnya.

Menurut dia, penolakan yang diambil oleh Mutmainnah, tidak disertai berita acara. Jadinya Mutmainnah tidak bekerja sesuai koridornya dan disebut begitu merugikan pihak DIAmi.

Saat ini Koordinator Jaringan Danny Pomanto (JDP) menyampaikan, ada 352 berkas dukungan dalam kantong plastik tersebut.

Sementara itu, salah satu LO Pasangan DIAmi, Irwan berencana melayangkan surat tertulis kepada Bawaslu Sulsel, untuk mengevaluasi kinerja Mutmainnah selaku komisioner Panwas Makassar ini.

“Dengan ini, kami akan melaporkan secara hukum kepada Bawaslu, ibu Mutmainnah, bahwa dia dengan sengaja melihat CCTV (hotel) sendiri.

Akan tetapi, kesepakatan kami (saat penyerahan berkas) kita bersama-sama dengan KPU, Panwas, dan pihak paslon, untuk menyaksikan CCTV itu. Tapi itu tidak dilakukan,” ungkapnya

Diketahui, berkas dianggap tidak sah lantaran telah melewati ambang waktu pendaftaran yang ditetapkan pada 29 November 2017, hingga pukul 24.00 WITA.

Lantaran berkas tersebut dinyatakan masuk pada pukul 24.04 Wita, berdasarkan hasil rekaman CCTV hotel yang dijadikan sebagai bukti fisik oleh Mutmainnah. (**)

 

Editor : Fadly Indra

No Responses

Leave a Reply