Penertiban Mulai Diberlakukan, Asosiasi Angkutan Bandara Minta Semua Pihak Konsisten

Penertiban Mulai Diberlakukan, Asosiasi Angkutan Bandara Minta Semua Pihak Konsisten

RadarMakassar.com – Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi angkutan resmi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang telah digelar pada Jumat (24/11/2017) lalu, para pimpinan operator angkutan resmi bandara bersama dengan pihak PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) selaku pengelola Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, yang diwakili Pts. General Manager PT AP I, Arif Siradjudin, Manager Operasional Bandara, Trubus Suharsono, para DanAvsec, Pihak IT, dan jajaran departement lain kembali menggelar rapat di ruang rapat Bantimurung lantai II PT AP I, Rabu (6/12/2017) siang.

Ketua Asosiasi Angkutan Resmi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Antho Batara mengatakan, rapat tersebut membahas lebih lanjut tentang jadwal dan pembagian kartu unit serta pemasangan banner yang berkaitan pelayanan pelanggan.

“Dalam rapat tersebut, kami mempertegas agar masing-masing pihak konsisten dengan kesepakatan bersama yang telah dihasilkan pada rapat sebelumnya, dan saling mendukung sepenuhnya,” kata Antho.

Keberhasilan dari penerapan sistem tersebut, lanjut Antho, tentunya tidak terlepas dari pengawasann dan pengamanan ketat angkutan ilegal pada umumnya tanpa tebang pilih.

“Dengan begitu, kami meyakini, baik pendapatan driver, operator, maupun konsesi ke PT AP I akan meningkat sesuai retasi dan volume pelanggan,” ujarnya.

Meski begitu, Antho juga mengatakan bahwa berlanjut atau gagalnya sistem ini akan sangat tergantung dari sosialisasi pihak PT AP I kepada masyarakat pengguna jasa angkutan resmi bandara, dan pemberlakuan sistem serta pengawasan petugas lapangan sesuai hasil rapat.

“Rencana pemberlakuan sistem ini akan dimulai malam ini pukul 00:01 Wita, atau menyesuaikan kondisi sejak pukul 22:00 Wita, dan efektif pada pukul 06:00 Wita,” terangnya.

Sekadar diketahui, pada rapat sebelumnya, telah disepakati sembilan point yang akan diterapkan atau diberlakukan. Pertama, pelaksanaan kerjasama untuk penertiban angkutan Ilegal dan angkutan berbasis Online yang beroperasi di kawasan bandara. Kedua, alur jalan yang berada di area basement akan dibagi menjadi tiga. Yakni jalur pertama khusus angkutan resmi bandara, jalur kedua untuk alternatif, dan jalur ketiga untuk kelancaran lalu lintas (tidak ada kendaraan yang berhenti). Ketiga, nama perusahaan/operator angkutan bandara sudah ditiadakan, dan dijadikan satu jalur antrian bersama. Keempat, operasional penumpang yang akan menggunakan jasa angkutan resmi bandara akan melalui lima tahapan. Mulai dari keluar dari pintu arrival, menuju ke area basement, pengambilan karcis antrian angkutan resmi bandara melalui alat touch screen, memasuki waiting room (ruang tunggu penumpang untuk menunggu antrian unit angkutan resmi bandara), penumpang dipersilahkan naik ke unit angkutan resmi bandara sesuai antrian, dan pengambilan kupon operator angkutan resmi bandara melalui alat touchscreen, akan diberlakukan antri bebek sesuai nomor urut antrian masuk area pengendapan (siapa yang duluan masuk di area pengendapan, maka akan duluan antri di basement, dan urutan di basement akan dimaksimalkan sesuai kapasitas atau volume area jalur khusus angkutan resmi). Keenam, semua perusahaan/operator angkutan resmi bandara harus mengikuti aturan PT AP I Ketujuh, pihak PT AP I akan membuat standarisasi kualitas angkutan resmi bandara (terkait tentang kebersihan, keamanan dan kenyamanan pengguna jasa angkutan/penumpang). Kedelapan, pihak PT AP I harus mampu meniadakan angkutan ilegal dan angkutan berbasis online yang biasanya standby di 8 titik lokasi bandara, meliputi parkir VIP, parkir valet, A&W Restaurants, area basement, area kedatangan, area keberangkatan, area Hotel Ibis, dan area air mancur. Terakhir, penumpang yang ingin menggunakan jasa angkutan resmi bandara harus menggunakan unit angkutan sesuai urutan antrian kendaraan itu sendiri, dan penumpang tidak dibolehkan request operator atau unit angkutan tertentu. Terkecuali siap menunggu hingga tiba giliran yang bersangkutan. (**)

Penulis : Opa

No Responses

Leave a Reply